detikcom

Paket BlackBerry Harian Diperpanjang 8 Hari Sekaligus

Arimbi - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 11:22 WIB
Jakarta - Sebelumnya, setiap pagi akan ada sms pemberitahuan bahwa layanan BlackBerry harian dari simPATI telah diperpanjang sampai esok harinya, namun kali ini sms yang saya terima 9 SMS yang menyatakan layanan BlackBerry saya telah diperpanjang untuk masing-masing tanggal 5 s/d 13.

Pulsa saya langsung habis saat itu juga karena setiap kali terima sms tersebut pulsa langsung dipotong biaya perpanjangan paket.

Menurut call center Telkomsel paket saya hanya diperpanjang satu kali untuk tanggal 05/07/2012. Berarti keesokan harinya saya akan kembali dipotong untuk perpanjangan paket dan begitu seterusnya sampai tanggal 13/07/2012.

Call center juga mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu membuat laporan keluhan dari saya karena menurut sistem mereka tidak ada masalah dengan layanan.

Saya berharap Telkomsel dapat menyelesaikan masalah ini karena hal ini merugikan.


Arimbi
Jl Pesanggrahan VI Jakarta Barat
arimbi.sintauli@yahoo.com
081389188118


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?