detikcom

Paket BlackBerry Harian Diperpanjang 8 Hari Sekaligus

Arimbi - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 11:22 WIB
Jakarta - Sebelumnya, setiap pagi akan ada sms pemberitahuan bahwa layanan BlackBerry harian dari simPATI telah diperpanjang sampai esok harinya, namun kali ini sms yang saya terima 9 SMS yang menyatakan layanan BlackBerry saya telah diperpanjang untuk masing-masing tanggal 5 s/d 13.

Pulsa saya langsung habis saat itu juga karena setiap kali terima sms tersebut pulsa langsung dipotong biaya perpanjangan paket.

Menurut call center Telkomsel paket saya hanya diperpanjang satu kali untuk tanggal 05/07/2012. Berarti keesokan harinya saya akan kembali dipotong untuk perpanjangan paket dan begitu seterusnya sampai tanggal 13/07/2012.

Call center juga mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu membuat laporan keluhan dari saya karena menurut sistem mereka tidak ada masalah dengan layanan.

Saya berharap Telkomsel dapat menyelesaikan masalah ini karena hal ini merugikan.


Arimbi
Jl Pesanggrahan VI Jakarta Barat
arimbi.sintauli@yahoo.com
081389188118


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?