detikcom

Paket BlackBerry Harian Diperpanjang 8 Hari Sekaligus

Arimbi - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 11:22 WIB
Jakarta - Sebelumnya, setiap pagi akan ada sms pemberitahuan bahwa layanan BlackBerry harian dari simPATI telah diperpanjang sampai esok harinya, namun kali ini sms yang saya terima 9 SMS yang menyatakan layanan BlackBerry saya telah diperpanjang untuk masing-masing tanggal 5 s/d 13.

Pulsa saya langsung habis saat itu juga karena setiap kali terima sms tersebut pulsa langsung dipotong biaya perpanjangan paket.

Menurut call center Telkomsel paket saya hanya diperpanjang satu kali untuk tanggal 05/07/2012. Berarti keesokan harinya saya akan kembali dipotong untuk perpanjangan paket dan begitu seterusnya sampai tanggal 13/07/2012.

Call center juga mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu membuat laporan keluhan dari saya karena menurut sistem mereka tidak ada masalah dengan layanan.

Saya berharap Telkomsel dapat menyelesaikan masalah ini karena hal ini merugikan.


Arimbi
Jl Pesanggrahan VI Jakarta Barat
arimbi.sintauli@yahoo.com
081389188118


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?