detikcom

Kepastian Pengajuan Kartu Kredit Tambahan CIMB Niaga

Hana Abriyansyah - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 15:03 WIB
Jakarta - (CIMB Niaga telah memberikan tanggapan untuk keluhan bapak Hana)

Tahun lalu saya mengajukan kartu tambahan di Bank CIMB Niaga cabang Cimahi, tapi setelah beberapa bulan tidak ada follow-up dari pihak CIMB Niaga.

Saya kemudian mengajukan kembali aplikasi kartu tambahan untuk kedua kalinya 6 bulan kemudian di CIMB Niaga cabang Setra Sari Bandung, marketing kartu kredit yang melayani meminta saya untuk mengisi form seperti biasanya.

Saat diminta foto copy KTP, saya katakan KTP saya sedang digunakan untuk membuat E-KTP, saya tanyakan apakah bisa jika menggunakan fotokopi SIM, beliau bilang bisa, akhirnya fotokopi SIM digunakan untuk menggantikan KTP.

Sekarang sudah 6 bulan sejak saya mengajukan aplikasi kartu tambahan (untuk kedua kalinya) dan masih belum ada kabar. Call center 14041 mengatakan prosesnya tidak bisa dilanjutkan karena tidak ada fotokopi KTP, padahal sebelumnya dikatakan bisa digantikan oleh fotokopi SIM?

Telemarketing menganjurkan untuk kembali mendatangi cabang CIMB Niaga untuk membuat aplikasi baru, apakah saya harus 3 kali datang ke kantor cabang CIMB Niaga untuk mengajukan kartu kredit tambahan?


Hana Abriyansyah
Jl Wahyu Raya, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
hana@dilacak.com
0818434678


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

John F Kennedy menyatakan "My loyality to my party ends where my loyality to the country begins" VS Megawati yang mengatakan "Presiden dan wapres memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai". Pilih mana?