detikcom

JNE Salah Alamat Pengiriman

Rizki Teguh Kurniawan - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 16:14 WIB
Tasikmalaya - (JNE telah menyelesaikan permasalahan yang terjadi)

Pada tanggal 28 Juni 2012 erlanggashop.com di Jakarta telah mengirimkan buku yang saya beli dengan menggunakan jasa paket reguler dari JNE.

Paket yang dikirimkan tersebut memiliki nomor AWB 1900612800007 ditujukan kepada saya yang beralamat di Tasikmalaya. Setiap hari saya selalu memantau status pengiriman barang saya di jne.co.id dan hasilnya selalu "on process".

Pada tanggal 4 Juli 2012, paket belum saya terima, pada status pengiriman paket di jne.co.id tercantum bahwa paket telah diterima pada tanggal 30 Juni 2012 oleh seseorang yang bernama Agus di Bandung.

Saya dengan cepat menghubungi customer care lewat email, namun tidak jawaban. Mohon dengan sangat penjelasan dan solusinya.


Rizki Teguh Kurniawan
Jl RE Martadinata, Tasikmalaya
rizkiteguhkurniawan@gmail.com
085223959670


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?