detikcom

JNE Salah Alamat Pengiriman

Rizki Teguh Kurniawan - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 16:14 WIB
Tasikmalaya - (JNE telah menyelesaikan permasalahan yang terjadi)

Pada tanggal 28 Juni 2012 erlanggashop.com di Jakarta telah mengirimkan buku yang saya beli dengan menggunakan jasa paket reguler dari JNE.

Paket yang dikirimkan tersebut memiliki nomor AWB 1900612800007 ditujukan kepada saya yang beralamat di Tasikmalaya. Setiap hari saya selalu memantau status pengiriman barang saya di jne.co.id dan hasilnya selalu "on process".

Pada tanggal 4 Juli 2012, paket belum saya terima, pada status pengiriman paket di jne.co.id tercantum bahwa paket telah diterima pada tanggal 30 Juni 2012 oleh seseorang yang bernama Agus di Bandung.

Saya dengan cepat menghubungi customer care lewat email, namun tidak jawaban. Mohon dengan sangat penjelasan dan solusinya.


Rizki Teguh Kurniawan
Jl RE Martadinata, Tasikmalaya
rizkiteguhkurniawan@gmail.com
085223959670


(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Minggu, 26/05/2013 08:39 WIB
      Setelah Ujian Nasional, Apa Lagi?
      Cerita tentang ujian nasional (UN) mungkin sudah berlalu, seiring dengan berakhirnya waktu pelaksanaan (SMA 18 April, SMP 25 April, dan SD 8 Mei).
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?