detikcom

JNE Salah Alamat Pengiriman

Rizki Teguh Kurniawan - suaraPembaca
Kamis, 05/07/2012 16:14 WIB
Tasikmalaya - (JNE telah menyelesaikan permasalahan yang terjadi)

Pada tanggal 28 Juni 2012 erlanggashop.com di Jakarta telah mengirimkan buku yang saya beli dengan menggunakan jasa paket reguler dari JNE.

Paket yang dikirimkan tersebut memiliki nomor AWB 1900612800007 ditujukan kepada saya yang beralamat di Tasikmalaya. Setiap hari saya selalu memantau status pengiriman barang saya di jne.co.id dan hasilnya selalu "on process".

Pada tanggal 4 Juli 2012, paket belum saya terima, pada status pengiriman paket di jne.co.id tercantum bahwa paket telah diterima pada tanggal 30 Juni 2012 oleh seseorang yang bernama Agus di Bandung.

Saya dengan cepat menghubungi customer care lewat email, namun tidak jawaban. Mohon dengan sangat penjelasan dan solusinya.


Rizki Teguh Kurniawan
Jl RE Martadinata, Tasikmalaya
rizkiteguhkurniawan@gmail.com
085223959670


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?