detikcom

Refund Garuda Indonesia, 3 Bulan Tanpa Ada Penyelesaian

Jane Lasut - suaraPembaca
Jumat, 06/07/2012 10:23 WIB
Bogor - Pada awal April 2012 lalu, saya ke kantor Garuda Indonesia untuk mengganti tanggal keberangkatan dan karena sudah tidak bisa diganti, saya membeli tiket lagi.

Sesuai penjelasan pihak Garuda, tiket lama akan dipotong biaya admin 25% dan pengembaliannya yang 75% dikreditkan ke kartu kredit saya masuk statement bulan depan.

Sampai saat ini, sudah akan cetak statement yang ke 4. Saya masih belum menerima refund dr Garuda Indonesia. Email sudah dikirimkan berkali- kali tanpa tanggapan yang memuaskan dan tanpa hasil.

Malahan saya sempat direply dan perhitungan-perhitungan yang tidak saya mengerti dan penjelasan dibawah bahwa uang tidak bisa dikembalikan karena hasil minus.

Saya email kembali, dan di reply bahwa sudah dibayarkan per April, saya diminta untuk menunggu, namun sampai saat ini belum ada pengembalian dari Garuda. Bagaimana Garuda yang katanya Service airlines tapi pelayanannya seperti ini?


Jane Lasut
Legenda Wisata, Bogor
j_lasut@yahoo.com
081340850058

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?