detikcom

Paket TIKI Terlambat Kirim

Albert Octavianus - suaraPembaca
Senin, 09/07/2012 13:13 WIB
Medan - Tanggal 27/6/2012 kakak saya mengirim dokumen dari Manokwari ke Medan dengan jenis layanan Reguler, yang menurut keterangan TIKI jenis layanan ini membutuhkan waktu 3 s/d 7 hari dari tanggal pengiriman.

Tanggal 2/7/2012 siang saya mencoba tracking paket melalui wabsite TIKI untuk melihat status paket, diinformasikan bahwa sudah tiba di Kantor TIKI Medan hari itu jam 7.59 WIB.

Paket baru saya terima tanggal 4/7/2012 jam 16.45, kurir tidak mengetahui kenapa paket terlambat dikirimkan, karena mereka hanya mengirimkan paket berdasarkan apa yang mereka terima dari bagian Incoming.

Saya tidak mengerti cara kerja di TIKI Medan, yang saya mau, paket saya terima tepat waktu. Apa karena paket saya Reguler sehingga TIKI bisa dengan sesuka hati mengirimkan kapan saja?


Albert Octavianus
Jl. Kapten Muslim, Medan
albert_oc@yahoo.com


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?