detikcom

Paket TIKI Terlambat Kirim

Albert Octavianus - suaraPembaca
Senin, 09/07/2012 13:13 WIB
Medan - Tanggal 27/6/2012 kakak saya mengirim dokumen dari Manokwari ke Medan dengan jenis layanan Reguler, yang menurut keterangan TIKI jenis layanan ini membutuhkan waktu 3 s/d 7 hari dari tanggal pengiriman.

Tanggal 2/7/2012 siang saya mencoba tracking paket melalui wabsite TIKI untuk melihat status paket, diinformasikan bahwa sudah tiba di Kantor TIKI Medan hari itu jam 7.59 WIB.

Paket baru saya terima tanggal 4/7/2012 jam 16.45, kurir tidak mengetahui kenapa paket terlambat dikirimkan, karena mereka hanya mengirimkan paket berdasarkan apa yang mereka terima dari bagian Incoming.

Saya tidak mengerti cara kerja di TIKI Medan, yang saya mau, paket saya terima tepat waktu. Apa karena paket saya Reguler sehingga TIKI bisa dengan sesuka hati mengirimkan kapan saja?


Albert Octavianus
Jl. Kapten Muslim, Medan
albert_oc@yahoo.com


(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?