detikcom

Paket TIKI Terlambat Kirim

Albert Octavianus - suaraPembaca
Senin, 09/07/2012 13:13 WIB
Medan - Tanggal 27/6/2012 kakak saya mengirim dokumen dari Manokwari ke Medan dengan jenis layanan Reguler, yang menurut keterangan TIKI jenis layanan ini membutuhkan waktu 3 s/d 7 hari dari tanggal pengiriman.

Tanggal 2/7/2012 siang saya mencoba tracking paket melalui wabsite TIKI untuk melihat status paket, diinformasikan bahwa sudah tiba di Kantor TIKI Medan hari itu jam 7.59 WIB.

Paket baru saya terima tanggal 4/7/2012 jam 16.45, kurir tidak mengetahui kenapa paket terlambat dikirimkan, karena mereka hanya mengirimkan paket berdasarkan apa yang mereka terima dari bagian Incoming.

Saya tidak mengerti cara kerja di TIKI Medan, yang saya mau, paket saya terima tepat waktu. Apa karena paket saya Reguler sehingga TIKI bisa dengan sesuka hati mengirimkan kapan saja?


Albert Octavianus
Jl. Kapten Muslim, Medan
albert_oc@yahoo.com


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?