detikcom

Paket TIKI Terlambat Kirim

Albert Octavianus - suaraPembaca
Senin, 09/07/2012 13:13 WIB
Medan - Tanggal 27/6/2012 kakak saya mengirim dokumen dari Manokwari ke Medan dengan jenis layanan Reguler, yang menurut keterangan TIKI jenis layanan ini membutuhkan waktu 3 s/d 7 hari dari tanggal pengiriman.

Tanggal 2/7/2012 siang saya mencoba tracking paket melalui wabsite TIKI untuk melihat status paket, diinformasikan bahwa sudah tiba di Kantor TIKI Medan hari itu jam 7.59 WIB.

Paket baru saya terima tanggal 4/7/2012 jam 16.45, kurir tidak mengetahui kenapa paket terlambat dikirimkan, karena mereka hanya mengirimkan paket berdasarkan apa yang mereka terima dari bagian Incoming.

Saya tidak mengerti cara kerja di TIKI Medan, yang saya mau, paket saya terima tepat waktu. Apa karena paket saya Reguler sehingga TIKI bisa dengan sesuka hati mengirimkan kapan saja?


Albert Octavianus
Jl. Kapten Muslim, Medan
albert_oc@yahoo.com


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?