detikcom

Tayangan Free 2 Bulan Indovision Telah Dinikmati Ibu Domas

Nugroho Agung Prasetyo - suaraPembaca
Senin, 09/07/2012 13:52 WIB
Jakarta - Menanggapi surat pembaca yang ditulis oleh Ibu Domas Jatimurti yang tayang pada Detik.com Selasa (3/7), perkenankanlah kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Indovision telah langsung menghubungi Ibu Domas pada Selasa (3/7) untuk memberikan klarifikasi dan penyelesaian atas persoalan yang dialami. Ibu Domas menyatakan saat ini telah dapat menikmati promo free dua bulan tayangan Indovision dan permasalahan yang terjadi telah terselesaikan dengan baik.

Terima kasih atas kritik dan saran Ibu Domas kepada kami untuk selanjutnya menjadi perhatian kami dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan kami di masa mendatang.


Nugroho Agung Prasetyo
Head of Corporate Communication
PT. MNC Sky Vision

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?