detikcom

First Media, Sulitnya Pindah Alamat

Winda - suaraPembaca
Senin, 09/07/2012 15:35 WIB
Tangerang - Sejak tanggal 23 Juni 2012 yang lalu saya sudah menghubungi customer service First Media untuk melakukan perubahan alamat.

Dari informasi yang saya peroleh, saya harus menelepon setiap hari dan setelah pindah alamat akan diberikan nomor pelanggan yang baru. Namun harus ada tim survey dahulu yang datang walaupun alamat saya yang baru hanya bersebelahan dari alamat saya yang lama.

Tanggal 23 Juni 2012 saya selalu diinformasikan kalau proses pemindahan alamat masih berstatus "in progress", sedangkan paket yang saya ambil adalah paket berlangganan bulanan, sehingga saya tetap harus membayar walaupun saya tidak bisa memakainya.

Tanggal 2 Juli 2012 saya diinformasikan oleh customer service kalau pada tanggal 3 Juli 2012 akan datang tim survey ke tempat saya, namun pada esok harinya disebutkan melalui sms bahwa tim survey tidak bisa datang dan saya diminta untuk menunggu lagi. Apakah proses perubahan alamat sesulit ini?


Winda
Jl. Mesjid Albarkah, Tangerang
anna_sinuraya@yahoo.com
08119696850

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?