detikcom

Penjelasan Tri untuk Keluhan Bapak Mahrun

Diah Pudjiastuti - suaraPembaca
Selasa, 10/07/2012 06:58 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan yang disampaikan Bapak Mahrun mengenai layanan Tri Internet yang dimuat di Detik.com pada tanggal 5 Juli 2012, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.

Dapat kami informasikan bahwa pada saat itu terjadi gangguan di jaringan yang mencakup coverage di sekitar kediaman Bapak Mahrun.

Kami sudah memberikan penjelasan melalui telepon kepada beliau pada hari Kamis, tanggal 5 Juli 2012, dan telah mengkreditkan kembali kuota data yang terpotong pada saat gangguan tersebut terjadi. Bapak Mahrun telah memberikan konfirmasi bahwa beliau menerima penjelasan dan penyelesaian ini.

Apabila Bapak Mahrun memiliki pertanyaan, keluhan atau saran lebih lanjut mengenai layanan kami, silakan menghubungi kami ke nomor 123 dari kartu Tri, atau ke nomor 089644000123 dari PSTN dan operator lain, atau melalui email ke 3Care@three.co.id. Terima kasih telah setia menggunakan layanan Tri.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


SB. Diah Pudjiastuti
Head of Customer Operations
Hutchison CP Telecommunications

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
38%
Kontra
62%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?