detikcom

Menunggu Refund dari PT Mitra Komunikasi Nusantara

Heny Septiani - suaraPembaca
Kamis, 12/07/2012 14:29 WIB
Jakarta - Pada tanggal 09 Juni 2012, saya melakukan pembelian online untuk pulsa internet 3 di http://selaluada.com/topup3/ sebesar Rp.50.000. Sesuai instruksi, saya melakukan transfer ke PT. Mitra Komunikasi Nusantara atas nama Raymond Loho.

Tanpa saya sadari, pembayaran yang telah saya lakukan terketik angka 0 lebih, sehingga nilai yang tertransfer adalah Rp.500.000 (bukti terlampir). Saya langsung konfirmasikan hal ini via Blackberry Messenger pada tanggal 09 Juni.

Karena belum masuk kirim pesan lagi pada tanggal 14 Juni 2012, dimana mereka tanyakan kembali data saya, dan akhirnya dijanjikan paling lambat tanggal 16 Juni 2012 dana akan dikembalikan.

Pada awal Juli 2012, saya berbicara dengan customer service yang menjanjikan uang akan ditransfer pada hari yang sama, karena menurut beliau ini sudah terlalu lama.

Tapi ternyata sampai saat ini saya tidak menerima pengembalian kelebihan tersebut. Saya mohon agar dilakukan penyelesaian secepatnya.


Heny Septiani
Jl Karet Pasar Baru Barat VII Jakarta Pusat
mheny@cbn.net.id
08161336850

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?