detikcom

Borneo Paradiso Balikpapan Mangkir dari Kewajiban

Adi - suaraPembaca
Kamis, 12/07/2012 14:45 WIB
Jakarta - Saya adalah pembeli rumah di Borneo Paradiso Balikpapan Blok J-17 dimana serah terima dari pengembang ternyata mundur di luar batas akhir jadwal yang disepakati.

Berulangkali saya meminta konfirmasi melalui sales maupun melalui customer relation officer terkait kewajiban pengembang untuk membayar denda keterlambatan serah terima kepada konsumen. Namun sudah sampai 2 tahun PT. Cowell Development belum ada niat baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

Pertimbangan awal saya membeli rumah di Borneo Paradiso adalah dikarenakan reputasi PT Cowell Development di bidang properti cukup bagus di Jakarta namun ternyata nama besar PT Cowell Development bukanlah suatu jaminan konsumen bisa puas bahkan mengecewakan.

Saya harapkan ada niat baik dari PT Cowell Development untuk menyelesaikan masalah ini. Terima kasih.


Adi
Jl Kelapa Nias XI Jakarta Utara
adi_putra79@yahoo.com
08127542234

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?