detikcom

Borneo Paradiso Balikpapan Mangkir dari Kewajiban

Adi - suaraPembaca
Kamis, 12/07/2012 14:45 WIB
Jakarta - Saya adalah pembeli rumah di Borneo Paradiso Balikpapan Blok J-17 dimana serah terima dari pengembang ternyata mundur di luar batas akhir jadwal yang disepakati.

Berulangkali saya meminta konfirmasi melalui sales maupun melalui customer relation officer terkait kewajiban pengembang untuk membayar denda keterlambatan serah terima kepada konsumen. Namun sudah sampai 2 tahun PT. Cowell Development belum ada niat baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

Pertimbangan awal saya membeli rumah di Borneo Paradiso adalah dikarenakan reputasi PT Cowell Development di bidang properti cukup bagus di Jakarta namun ternyata nama besar PT Cowell Development bukanlah suatu jaminan konsumen bisa puas bahkan mengecewakan.

Saya harapkan ada niat baik dari PT Cowell Development untuk menyelesaikan masalah ini. Terima kasih.


Adi
Jl Kelapa Nias XI Jakarta Utara
adi_putra79@yahoo.com
08127542234

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 02/03/2015 10:35 WIB
    Chapel Hill Shooting: Dari Rasisme ke Terorisme
    Kasus penembakan terhadap tiga muslim Amerika di Chapel Hill yang menempati urutan ke 7 trending topic dunia, telah menyisakan asa bagi kaum muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini menyusul kejadian penembakan serupa di Paris terhadap wartawan majalah satire Chalrie Hebdo sebagai respon atas penerbitan kartun Nabi Muhammad.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?