detikcom

Borneo Paradiso Balikpapan Mangkir dari Kewajiban

Adi - suaraPembaca
Kamis, 12/07/2012 14:45 WIB
Jakarta - Saya adalah pembeli rumah di Borneo Paradiso Balikpapan Blok J-17 dimana serah terima dari pengembang ternyata mundur di luar batas akhir jadwal yang disepakati.

Berulangkali saya meminta konfirmasi melalui sales maupun melalui customer relation officer terkait kewajiban pengembang untuk membayar denda keterlambatan serah terima kepada konsumen. Namun sudah sampai 2 tahun PT. Cowell Development belum ada niat baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

Pertimbangan awal saya membeli rumah di Borneo Paradiso adalah dikarenakan reputasi PT Cowell Development di bidang properti cukup bagus di Jakarta namun ternyata nama besar PT Cowell Development bukanlah suatu jaminan konsumen bisa puas bahkan mengecewakan.

Saya harapkan ada niat baik dari PT Cowell Development untuk menyelesaikan masalah ini. Terima kasih.


Adi
Jl Kelapa Nias XI Jakarta Utara
adi_putra79@yahoo.com
08127542234

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?