detikcom

Pelayanan PT. ASABRI Menyecewakan

Willy Sanjaya - suaraPembaca
Jumat, 13/07/2012 07:49 WIB
Jakarta - Pada tanggal 02 Juli 2012 saya mendapat kabar dari Ibu saya yang tinggal di kota Metro Lampung, bahwa gaji pensiun beliau tidak ada, sembari menangis beliau menceritakan kepada saya melalui telepon bahwa gaji pensiunnya tidak ada di Bank.

Sebelumnya proses pengambilan gaji pensiun dilakukan melalui kantor pos, namun terjadi perpindahan tempat pengambilan, yang membuat ibu saya kecewa yakni diantara pensiunan Warakauri lainnya hanya ibu saya yang gaji pensiunnya yang tidak dapat diambil dikarenakan saldo di Bank belum ada.

Pada saat itu ibu saya harus boalk-balik seorang diri dari kantor pos ke bank, yang saya khawatir karena kejadian tersebut dapat membuat kondisi kesehatan ibu saya memburuk karena beliau memiliki penyakit jantung.

Kesokan harinya pada tanggal 03 dan 04 Juli 2012 Ibu saya kembali mendatangi bank untuk mempertanyakan apakah gaji pensiun beliau sudah ada atau belum, namum pihak bank memberitahukan bahwa gaji belum ada dan mencoba membantu untuk mengurus data dan kemudian ibu saya di suruh menunggu tanpa adanya kepastian.

Pada tanggal 05 Juli saya mencoba menghubungi PT. ASABRI selaku pengelola gaji pensiun Warakauri ibu saya melalui telepon untuk mempertanyakan hal tersebut, membutuhkan waktu 2 jam bagi saya untuk dapat terhubung dengan Customer Service PT. ASABRI.

PT. ASABRI mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi dikarenakan adanya kesalahan input data sehingga gaji pensiun atas nama Ibu saya masuk ke rekening orang lain, mereka hanya mempersilahkan untuk menunggu tanpa ada kepastian.

Pada tanggal 10 Juli saya menghubungi Ibu saya untuk menanyakan apakah gaji pensiunnya sudah masuk ke rekening atau belum, menurut beliau, gaji pensiunnya masih belum masuk akan tetapi orang lain dengan kasus serupa dengan ibu saya gaji pensiunnya sudah diterima.

Untuk itu saya kembali mencoba menghubungi PT. ASABRI, dijelaskan bahwa terjadi kesalahan system dan baru bisa masuk paling cepat 2-3 minggu, dan hal itu berarti sebulan lebih gaji pensiun ibu saya akan terkatung-katung hanya karena kesalahan yang saya rasa tidak perlu dilakukan oleh pengelola gaji pensiun sebesar PT. ASABRI.

Mungkin bagi sebagian orang sejumlah uang tersebut tidaklah berarti, namun bagi Ibu saya yang hanya mengandalkan gaji pensiun tersebut untuk masa tuanya hal tersebut sangatlah berarti.


Willy Sanjaya
Jl. Pete IV, Jakarta Selatan
willy.sanjaya2510@gmail.com
08127905053


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?