detikcom

Tagihan PLN Semaunya Sendiri

Edy Suryanto - suaraPembaca
Jumat, 13/07/2012 10:30 WIB
Surabaya - Saya sebagai pelanggan PLN merasa dirugikan oleh petugas pencatat meter yang hanya meng kira-kira dalam melakukan pencatatan meter PLN.

Hal ini menyebabkan tagihan bulan Juni membengkak menjadi Rp 3,2 juta dan bulan Juli Rp 2 jutaan, padahal sebelumnya adalah Rp. 600 ribu-Rp 800 ribu.

Pada tanggal 19-20 Juni saya melaporkan hal ini ke 123 PLN, akan tetapi sampai saat ini tidak tanggapan dari 123 maupun PLN. Justru yang muncul surat pemutusan sementara.

Saya juga sudah datang ke kantor PLN Karang Pilang pada hari Rabu, 11 Juli, untuk mengajukan permohonan pembayaran dengan cara mengangsur Rp 2,5 juta sebulan, tapi permohonan saya ditolak dan harus membayar total tagihan yang tercetak dalam rekening sampai tanggal 20 Juli, karena laporan sudah masuk ke PLN pusat.

Dengan ini saya meminta kebijaksanaan PLN untuk memberikan keringanan dalam hal pembayaran. Terimakasih.


Edy Suryanto
Jl Lidah Wetan VIII Surabaya
edy@okpulsa.com
0817319666

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?