detikcom

Dikecewakan e-Booking Garuda Indonesia

Destry Arthamaliza - suaraPembaca
Senin, 16/07/2012 09:14 WIB
Jakarta - Tanggal 13 Juli 2012 saya membeli tiket Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Denpasar untuk tanggal keberangkatan 30 November 2012 melalui website Garuda Indonesia.

Saya melakukan pembayaran dengan debit Mandiri - Clickpay dalam waktu kurang dari 6 menit. Namun, sampai dengan esok harinya saya belum menerima email e-Ticket tersebut.

Sebagai gantinya saya hanya menerima email Reservation Confirmation yang berisi kode booking. Pada email tersebut dijelaskan bahwa e-Ticket akan dikirimkan maksimal 2 jam dari waktu pembelian dan apabila dalam 2 jam saya tidak menerima email berisi e-Ticket maka disarankan untuk menghubungi pihak Garuda Indonesia baik lewat email maupun call center.

Saya telah mengirimkan email sebanyak dua kali dan tiga kali menelepon call center, namun saya tetap tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Email hanya dibalas oleh automatic answer machine dan call center hanya mengoper-oper tanpa memberikan jawaban atau solusi atas masalah ini. Bahkan call center mengatakan, karena flight saya masih lama, jadi wajar jika tiketnya belum dibuat.

Apakah memang pembelian tiket Garuda Indonesia secara online melalui website memakan waktu selama ini? Apabila proses pembelian ternyata memakan waktu yang lama, lalu dimanakah sisi onlinenya?

Proses yang seharusnya memakan waktu kurang dari 10 menit membuat saya harus menunggu lama dan direpotkan dengan mengirim email dan menelepon call center.


Destry Arthamaliza
Jl. Palmerah Barat, Jakarta Barat
destrysyafri@yahoo.com
085692920776

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 05/03/2015 10:28 WIB
    Demam Akik dan Semangat Kemerdekaan
    Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya (bahan) batu permata jenis giok di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tidak tanggung-tanggung berat giok yang ditemukan Usman (45th), seorang petani yang beralih profesi menjadi pencari batu permata ini diperkirakan seberat 20 ton.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?