detikcom

Harga Display Ace Hardware Rawamangun Berbeda dengan Struk

Boby - suaraPembaca
Rabu, 18/07/2012 11:14 WIB
Jakarta - (ACE Hardware telah mengganti selisih harga)

Hari Selasa, 17 Juli 2012 sekitar jam 10:00 saya berbelanja di Ace Hardware Rawamangun, salah satu item yang saya beli adalah Contour Lumbar Support Pillow yang saat itu sedang ada diskon dimana harga sebelumnya adalah Rp 69.500 menjadi Rp 49.000.

Namun setelah saya sampai di rumah dan melihat kembali struk belanjaan, ternyata barang ini tidak didiskon. Ace Hardware Rawamangun yang saya hubungi hanya menyampaikan permintaan maaf.

Ace Hardware beralasan bahwa pegawai lupa untuk mencabut harga diskon, sebab promo diskon tersebut hanya sampai hari Minggu.

Biasanya jika ada perbedaan harga antara sistem dan display, maka harga display yang akan dipakai, namun sepertinya di Ace tidak seperti itu.

Sebagai pelanggan Ace yang sering berbelanja disana, saya sungguh kecewa sekali atas kejadian ini.


Boby
Jl. Cempaka Blok A2 Jakarta Timur
vabota@gmail.com
081210950979


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?