detikcom

Berlangganan Paket Internet Matrix, Dikenakan Biaya GPRS

Indra Suryatama - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 10:33 WIB
Jakarta - Sudah hampir 1 tahun saya menggunakan Matrix dari Indosat. Dari awal pembelian, saya menggunakan paket Broadband on request dengan quota 1 GB. Sehingga saya membayar Rp 100 ribu untuk paket internet setiap bulannya.

Namun pada tagihan bulan Juni, dimana penggunaan paket internet melebihi pemakaian sebelumnya, setelah di cek ternyata tidak ada paket internet yang aktif sehingga saya dikenakan biaya untuk melakukan GPRS.

Untuk mendaftar paket internet yang baru juga sangat susah, membutuhkan waktu 1 minggu lebih agar saya bisa mendaftar paket internet yang baru.

Untuk permasalahan billing, saya menunggu hingga sekarang tetapi belum ada kabar. Untuk tagihan bulan sebelumnya sudah saya bayarkan, tetapi bila masalah ini tidak selesai apakah saya harus membayar tagihan bulan ini?


Indra Suryatama
Jl KH Royani 2 Jakarta Selatan
indra_suryatama@hotmail.com
08559906034

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?