detikcom

Berlangganan Paket Internet Matrix, Dikenakan Biaya GPRS

Indra Suryatama - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 10:33 WIB
Jakarta - Sudah hampir 1 tahun saya menggunakan Matrix dari Indosat. Dari awal pembelian, saya menggunakan paket Broadband on request dengan quota 1 GB. Sehingga saya membayar Rp 100 ribu untuk paket internet setiap bulannya.

Namun pada tagihan bulan Juni, dimana penggunaan paket internet melebihi pemakaian sebelumnya, setelah di cek ternyata tidak ada paket internet yang aktif sehingga saya dikenakan biaya untuk melakukan GPRS.

Untuk mendaftar paket internet yang baru juga sangat susah, membutuhkan waktu 1 minggu lebih agar saya bisa mendaftar paket internet yang baru.

Untuk permasalahan billing, saya menunggu hingga sekarang tetapi belum ada kabar. Untuk tagihan bulan sebelumnya sudah saya bayarkan, tetapi bila masalah ini tidak selesai apakah saya harus membayar tagihan bulan ini?


Indra Suryatama
Jl KH Royani 2 Jakarta Selatan
indra_suryatama@hotmail.com
08559906034

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?