detikcom

Berlangganan Paket Internet Matrix, Dikenakan Biaya GPRS

Indra Suryatama - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 10:33 WIB
Jakarta - Sudah hampir 1 tahun saya menggunakan Matrix dari Indosat. Dari awal pembelian, saya menggunakan paket Broadband on request dengan quota 1 GB. Sehingga saya membayar Rp 100 ribu untuk paket internet setiap bulannya.

Namun pada tagihan bulan Juni, dimana penggunaan paket internet melebihi pemakaian sebelumnya, setelah di cek ternyata tidak ada paket internet yang aktif sehingga saya dikenakan biaya untuk melakukan GPRS.

Untuk mendaftar paket internet yang baru juga sangat susah, membutuhkan waktu 1 minggu lebih agar saya bisa mendaftar paket internet yang baru.

Untuk permasalahan billing, saya menunggu hingga sekarang tetapi belum ada kabar. Untuk tagihan bulan sebelumnya sudah saya bayarkan, tetapi bila masalah ini tidak selesai apakah saya harus membayar tagihan bulan ini?


Indra Suryatama
Jl KH Royani 2 Jakarta Selatan
indra_suryatama@hotmail.com
08559906034

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?