detikcom

Mandi Dengan Air Kotor Palyja

Priyo Pradono - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 11:09 WIB
Jakarta - (Aliran Air Bapak Priyo Pradono telah bersih kembali)

Saya adalah pelanggan PT Palyja selaku penyelenggara jasa Pelayanan Air di jakarta. Dengan keadaan tersebut seharusnya PT Palyja sangat memperhatikan kebutuhan pelanggannya, karena air adalah kebutuhan vital manusia.


Sudah beberapa hari ini, setiap pagi dari pukul 06.00 - 10.00 WIB air di tempat saya tinggal berwarna keruh dan cenderung hitam. Untuk itu kami mohon pertanggung jawaban dari pihak perusahaan atas kejadian tersebut karena hal ini sangat mengganggu kami.

Kami tidak tahu apakah air yang keruh itu sehat atau tidak, karena kami tidak pernah menelitinya. Lewat surat ini kami mohon perhatiannya dan menginginkan solusi terbaik, karena sebagai pelanggan yang selalu membayar tepat waktu tentu saja kami ingin pelayanan terbaik.


Priyo Pradono
Jl Pancoran Barat IX Jakarta Selatan
dimasjayadinekat@rocketmail.com
08176414029


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?