detikcom

Mandi Dengan Air Kotor Palyja

Priyo Pradono - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 11:09 WIB
Jakarta - (Aliran Air Bapak Priyo Pradono telah bersih kembali)

Saya adalah pelanggan PT Palyja selaku penyelenggara jasa Pelayanan Air di jakarta. Dengan keadaan tersebut seharusnya PT Palyja sangat memperhatikan kebutuhan pelanggannya, karena air adalah kebutuhan vital manusia.


Sudah beberapa hari ini, setiap pagi dari pukul 06.00 - 10.00 WIB air di tempat saya tinggal berwarna keruh dan cenderung hitam. Untuk itu kami mohon pertanggung jawaban dari pihak perusahaan atas kejadian tersebut karena hal ini sangat mengganggu kami.

Kami tidak tahu apakah air yang keruh itu sehat atau tidak, karena kami tidak pernah menelitinya. Lewat surat ini kami mohon perhatiannya dan menginginkan solusi terbaik, karena sebagai pelanggan yang selalu membayar tepat waktu tentu saja kami ingin pelayanan terbaik.


Priyo Pradono
Jl Pancoran Barat IX Jakarta Selatan
dimasjayadinekat@rocketmail.com
08176414029


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 20/12/2014 16:04 WIB
    Kemaritiman: Saatnya Mewujudkan Cita-cita Mulia Suharto yang Tertunda
    Hari-hari ini kita membaca dan mendengar pembicaraan tentang kemaritiman di media massa tengah hangat-hangatnya. Tentu antusiasme pejabat dan pemangku untuk membenahi sektor kelautan membuncah, campur aduk antara pesimisme dan optimisme perlu kita dukung meskipun terkesan terlambat.
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?