detikcom

Mandi Dengan Air Kotor Palyja

Priyo Pradono - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 11:09 WIB
Jakarta - (Aliran Air Bapak Priyo Pradono telah bersih kembali)

Saya adalah pelanggan PT Palyja selaku penyelenggara jasa Pelayanan Air di jakarta. Dengan keadaan tersebut seharusnya PT Palyja sangat memperhatikan kebutuhan pelanggannya, karena air adalah kebutuhan vital manusia.


Sudah beberapa hari ini, setiap pagi dari pukul 06.00 - 10.00 WIB air di tempat saya tinggal berwarna keruh dan cenderung hitam. Untuk itu kami mohon pertanggung jawaban dari pihak perusahaan atas kejadian tersebut karena hal ini sangat mengganggu kami.

Kami tidak tahu apakah air yang keruh itu sehat atau tidak, karena kami tidak pernah menelitinya. Lewat surat ini kami mohon perhatiannya dan menginginkan solusi terbaik, karena sebagai pelanggan yang selalu membayar tepat waktu tentu saja kami ingin pelayanan terbaik.


Priyo Pradono
Jl Pancoran Barat IX Jakarta Selatan
dimasjayadinekat@rocketmail.com
08176414029


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?