detikcom

Mandi Dengan Air Kotor Palyja

Priyo Pradono - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 11:09 WIB
Jakarta - (Aliran Air Bapak Priyo Pradono telah bersih kembali)

Saya adalah pelanggan PT Palyja selaku penyelenggara jasa Pelayanan Air di jakarta. Dengan keadaan tersebut seharusnya PT Palyja sangat memperhatikan kebutuhan pelanggannya, karena air adalah kebutuhan vital manusia.


Sudah beberapa hari ini, setiap pagi dari pukul 06.00 - 10.00 WIB air di tempat saya tinggal berwarna keruh dan cenderung hitam. Untuk itu kami mohon pertanggung jawaban dari pihak perusahaan atas kejadian tersebut karena hal ini sangat mengganggu kami.

Kami tidak tahu apakah air yang keruh itu sehat atau tidak, karena kami tidak pernah menelitinya. Lewat surat ini kami mohon perhatiannya dan menginginkan solusi terbaik, karena sebagai pelanggan yang selalu membayar tepat waktu tentu saja kami ingin pelayanan terbaik.


Priyo Pradono
Jl Pancoran Barat IX Jakarta Selatan
dimasjayadinekat@rocketmail.com
08176414029


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?