detikcom

Bonus Kacamata 3D TV Sharp Belum Diterima

BN Juliati - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 11:22 WIB
Balikpapan - Saya membeli TV Sharp 3D LED TV 40" pada tanggal 29 Desember 2011 di Electronic Solution Balikpapan. Pada saat itu bonus yang dijanjikan adalah 3 kacamata 3D dan 1 buah 3D Blu Ray player.

Namun saat pengiriman, hanya Blu Ray Player saja yang terkirim, diinformasikan bahwa memerlukan waktu satu bulan setelah pembelian untuk memproses pengiriman bonus kacamata 3D.

Bulan Februari 2012, saya di telepon Electronic Solution untuk mengambil 1 buah kacamata 3D, 2 kacamata sisa nya akan menyusul. Pada bulan Mei 2012 saya di telepon lagi oleh Electronic Solution, saya diminta untuk memberikan copy struk pembelian, kartu garansi dan KTP saya, setelah itu dijanjikan bahwa sisa bonus akan diberikan satu minggu kemudian.

Pertengahan Juni 2012 saya menghubungi Electronic Solution untuk mempertanyakan mengenai janji pemberian 2 kacamata 3D, call center menjanjikan akan mengusahakan untuk memintakan 2 sisa kacamata 3D ke Jakarta tapi tidak memberikan kepastian kapan saya akan menerima 2 kacamata 3D tersebut.


BN Juliati
Jl Pupuk Baru, Balikpapan
inoonk@gmail.com
085248402201

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?