detikcom

Tidak Ada Informasi Keterlambatan dari Garuda

Ummaya Khuzaimah - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 13:32 WIB
Jakarta - Saya sebagai calon penumpang pesawat Garuda Indonesia, seharusnya berangkat tanggal 17 Juli 2012. Namun sampai dengan tanggal 18 Juli 2012 jam 15.30 tidak ada kepastian maupun informasi tentang keberangkatan dari Pekanbaru ke Jakarta.

Keterlambatan ini sama sekali tidak diinformasikan kepada penumpang, malah kita sebagai penumpang yang harus pro aktif menanyakan ke Garuda.

Jawaban yang kami terima adalah, penerbangan dibatalkan karena ada pesawat Garuda yang tergelincir di bandara Pekanbaru. Akan tetapi pihak Garuda sama sekali tidak memikirkan nasib penumpang.

Setelah penumpang marah-marah baru disediakan hotel, tetapi sarana transportasi dari bandara ke hotel dan sebaliknya tidak ada sama sekali.

Bahkan di tanggal 18 Juli, sama sekali tidak ada informasi mengenai penerbangan, apakah seperti ini penerbangan yang mau mencapai penerbangan terbaik di Asia?


Ummaya Khuzaimah
Jl Panca Marga, Jakarta Pusat
maya.suchyar@yahoo.com
0811921779

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?