detikcom

Lion Air Delay, Jadwal Acara Penumpang Jadi Berantakan

Tjipto Soeharjo - suaraPembaca
Kamis, 19/07/2012 13:49 WIB
Surabaya - Pada tanggal 6-8 Juli 2012, kami (saya & Istri) ada acara Family Gathering di Lombok. Pada saat kepulangan Lombok-Surabaya tanggal 8 Juli 2012 kami yang seharusnya terbang menggunakan pesawat Lion Air jam 17.30 WITA, delay berangkat jam 20.00 WITA.

Padahal pada hari itu juga istri saya sudah harus ke Jakarta dan sudah membeli tiket Garuda Indonesia tujuan Surabaya-Jakarta dengan jadwal terbang tanggal 8 Juli 2012 jam 19.45 WIB.

Informasi delay tersebut baru kami terima saat guide kami menanyakan ke counter Lion. Selanjutnya dengan inisiatif sendiri istri saya mencoba menanyakan untuk perubahan jadwal penerbangan Garuda Indonesia (SUB-CGK), ternyata penuh sampai penerbangan berikutnya.

Kemudian kami menanyakan penerbangan Lion Air tujuan Lombok-Jakarta (18.00 WITA), ternyata juga penuh.

Karena tidak ada keputusan yang jelas, petugas coenter Lion Air mengeluarkan formulir yang menyatakan bahwa pihak Lion Air bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada penumpang serta mencarikan connecting flight SUB-CGK dan akan ditindak lanjuti oleh perwakilan Lion di Bandara Juanda.

Sesampainya di Bandara Juanda (jam 20.15 WIB) kami langsung menemui salah satu petugas Lion Air dan menyerahkan Form Irregulirities & Facilities yang dibuat oleh petugas Lion di Lombok. Setelah hampir 1 jam menunggu, diinformasikan bahwa isi form tersebut menurut henya permintaan monitoring connecting to SUB-CGK with GA329 STD 19.45.

Setelah penjelasan yang mengambang, kami putuskan untuk membeli tiket Flight Terakhir Lion SUB-CGK JT591 dan disarankan oleh petugas untuk melayangkan keluhan ke Jl. Sulawesi no. 75 Surabaya.

Pada tanggal 13 Juli 2012 jam 09.45 WIB saya melaporkan ke bagian customer service, disampaikan bahwa tanggung jawab Lion Air hanya pada keterlambatan saja, tidak yang lainnya.

Tanggal 18 Juli 2012 jam 13.53 WIB, saya dihubungi oleh Lion Air yang menginformasikan bahwa karena delay cuma 2,5 jam sehingga tidak ada tanggung jawab dan kompensasi dari Lion Air. Sungguh mengecewakan.


Tjipto Soeharjo
Bumi Marina Emas Barat, Surabaya
ristyok@yahoo.com
08123524959

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?