detikcom

Tanggapan XL untuk Bapak Tubagus Rustama

Turina Farouk - suaraPembaca
Jumat, 20/07/2012 11:19 WIB
Jakarta - Terkait keluhan Bapak Tubagus Rustama di media online Detik.com (19/07) berjudul "XL XmartPlan, Satu Bulan Sudah tidak Aktif", kami telah menghubungi Bapak Tubagus dan menyampaikan permohonan maaf atas keluhan Promo Paket Blackberry Xmartplan.

Kami telah menindaklanjuti keluhan tersebut dan memberikan penjelasan mengenai permasalahan yang terjadi. Saat ini Bapak Tubagus telah menikmati Promo Paket Blackberry Xmartplan kembali dan permasalahan telah selesai.

Demikian tanggapan kami. Untuk informasi mengenai XL, silakan menghubungi 817, 021 57959817/08170817707 dari telepon lainnya, mengunjungi XL Center terdekat, e-mail ke customerservice@xl.co.id atau melalui Twitter @XLCare dan Facebook XLRame.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Turina Farouk
VP Corporate Communication
PT XL Axiata Tbk


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?