detikcom

Tanggapan XL untuk Bapak Tubagus Rustama

Turina Farouk - suaraPembaca
Jumat, 20/07/2012 11:19 WIB
Jakarta - Terkait keluhan Bapak Tubagus Rustama di media online Detik.com (19/07) berjudul "XL XmartPlan, Satu Bulan Sudah tidak Aktif", kami telah menghubungi Bapak Tubagus dan menyampaikan permohonan maaf atas keluhan Promo Paket Blackberry Xmartplan.

Kami telah menindaklanjuti keluhan tersebut dan memberikan penjelasan mengenai permasalahan yang terjadi. Saat ini Bapak Tubagus telah menikmati Promo Paket Blackberry Xmartplan kembali dan permasalahan telah selesai.

Demikian tanggapan kami. Untuk informasi mengenai XL, silakan menghubungi 817, 021 57959817/08170817707 dari telepon lainnya, mengunjungi XL Center terdekat, e-mail ke customerservice@xl.co.id atau melalui Twitter @XLCare dan Facebook XLRame.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Turina Farouk
VP Corporate Communication
PT XL Axiata Tbk


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 02/03/2015 10:35 WIB
    Chapel Hill Shooting: Dari Rasisme ke Terorisme
    Kasus penembakan terhadap tiga muslim Amerika di Chapel Hill yang menempati urutan ke 7 trending topic dunia, telah menyisakan asa bagi kaum muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini menyusul kejadian penembakan serupa di Paris terhadap wartawan majalah satire Chalrie Hebdo sebagai respon atas penerbitan kartun Nabi Muhammad.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?