detikcom

Tanggapan XL untuk Bapak Tubagus Rustama

Turina Farouk - suaraPembaca
Jumat, 20/07/2012 11:19 WIB
Jakarta - Terkait keluhan Bapak Tubagus Rustama di media online Detik.com (19/07) berjudul "XL XmartPlan, Satu Bulan Sudah tidak Aktif", kami telah menghubungi Bapak Tubagus dan menyampaikan permohonan maaf atas keluhan Promo Paket Blackberry Xmartplan.

Kami telah menindaklanjuti keluhan tersebut dan memberikan penjelasan mengenai permasalahan yang terjadi. Saat ini Bapak Tubagus telah menikmati Promo Paket Blackberry Xmartplan kembali dan permasalahan telah selesai.

Demikian tanggapan kami. Untuk informasi mengenai XL, silakan menghubungi 817, 021 57959817/08170817707 dari telepon lainnya, mengunjungi XL Center terdekat, e-mail ke customerservice@xl.co.id atau melalui Twitter @XLCare dan Facebook XLRame.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Turina Farouk
VP Corporate Communication
PT XL Axiata Tbk


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?