detikcom

Kapan Refund Pulsa Telkomsel Saya Terima?

Yudhi Mudiarto - suaraPembaca
Jumat, 20/07/2012 13:02 WIB
Surabaya - (Telkomsel telah menghubungi pelanggan dan elanggan menerima penjelasan dan solusi yang terbaik)

Pada tanggal 3 Juli 2012 saya mengalami peristiwa mengejutkan dari Telkomsel, Paket BlackBerry Extreme saya dihentikan dengan alasan pulsa tidak mencukupi.

Padahal pada saat cek pulsa, telah terpotong sebesar biaya langganan BlackBerry Extreme bulanan sebesar Rp 100 ribu lebih. Menurut call center 188 diinformasikan memang sedang ada gangguan sistem registrasi BlackBerry dan akan dilakukan refund pulsa.

Pada tanggal 19 Juli 2012 saya telepon 188 dan mendapat jawaban bahwa Telkomsel telah merefund pulsa ke sejumlah pelanggan yang mengalami gangguan seperti saya pada tanggal 12 Juli 2012 kecuali ke nomor saya.

Operaor 188 mengakui kalau nomor saya terlewatkan jadi akan dibuat laporan ulang. Saya menuntut pertanggung jawaban Telkomsel untuk segera mngembalikan pulsa yang menjadi hak saya.


Yudhi Mudiarto
Jl Mulyosari Utara XI Surabaya
yudhymud@yahoo.com
08123514149


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?