detikcom

Cicilan Motor FIF Berubah Tanpa Konfirmasi

Adhitya Majid - suaraPembaca
Jumat, 20/07/2012 13:37 WIB
Jakarta - (FIF telah memberikan penjelasan mengapa terjadi selisih setoran kredit motor Bapak Aditya)

Saya membeli motor Honda Spacy atas nama kakak saya dengan cara kredit melalui PT Federal International Finance (FIF) pada tanggal 28 Juni 2011 dengan tenor cicilan selama 16 bulan.

Sejak pertama kali melakukan pembelian, tagihan yang harus saya bayarkan dan tercantum pada kartu kontrak adalah Rp 846.000/bulan dan jatuh tempo di tanggal yang sama yaitu tanggal 28 setiap bulannya.

Akan tetapi 3 bulan terakhir, sejak pembayaran angsuran ke 12 pada tanggal 26 Mei 2012, tagihan berubah menjadi Rp 866.000. Begitu juga pada bulan Juni, saya kembali di kejutkan dengan tagihan yang sama seperti pada bulan Mei.

Karena merasa dirugikan, saya menelepon FIF cabang Rawamangun, diinformasikan bahwa tagihan berubah karena ada denda di bulan lalu, padahal saya selalu melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Hari ini (22/7/2012) saat saya ingin melakukan pembayaran, nominal tersebut masih muncul di layar ponsel (saya membayar dengan M-Banking). Call center FIF tetap tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan saya.

Kenapa perubahan perjanjian yang dibuat di awal kontrak bisa berubah secara sepihak tanpa pemberitahuan secara resmi? Inikah cara perusahaan besar seperti PT Federal International Finance (FIF) meraih keuntungan?


Adhitya Majid
Jl Trikora IV Jakarta Timur
bakhti_are@yahoo.com
0817180102


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?