detikcom

Tagihan Untuk Transaksi yang Gagal Didebet

Tri Haryanto - suaraPembaca
Kamis, 26/07/2012 07:17 WIB
Balikpapan - Saya pemegang kartu kredit Mastercard yang dikeluarkan oleh bank Mandiri. Pada tanggal 6 juli 2012 saya dikejutkan oleh email di tablet android saya yang berisi transaksi dari Google Play sebesar USD 99,99 sebanyak 3 transaksi dan USD 1,99 sebanyak 2 transaksi.

Saya menduga bahwa transaksi ini timbul pada saat saya sudah beristirahat, namun tablet dengan jenis permainan didalamnya sedang diutak-atik anak saya yang masih memegangnya pada saat itu.

Hari itu juga saya konfirmasi ke customer service kartu kredit bank Mandiri mengenai transaksi ini dan diinformasikan bahwa bahwa hanya transaksi yang USD 1,99 saja yang berhasil didebet dari kartu tersebut, sedangkan untuk yang USD 99,99 tidak berhasil dan ini melegakan saya.

Saat itu saya langsung mengajukan pemblokiran kartu. Tetapi pada tanggal 25 Juli 2012 saya menerima tagihan yang berisi 3 transaksi USD 99,99 yang katanya gagal didebet.

Kenapa kartu yang sudah diblokir tetapi transaksi masih tetap berjalan? Oleh karena itu saya meminta kepada bank Mandiri untuk menghapus 3 transaksi ini. Terima kasih.


Tri Haryanto
Balikpapan Regency, Balikpapan
trihary333@gmail.com
0819-5515533

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?