detikcom

Tanggapan KFC tentang Informasi Salah Hot Delivery 14022

Abdul Wahab - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 08:52 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan keluhan bapak Taufik Rusyanto pada halaman suara pembaca detik.com pada hari Senin, 16/072012 yang berjudul "Informasi Salah Hot Delivery 14022", pertama-tama kami mengucapkan terimakasih atas perhatian dan informasi yang disampaikan bapak Taufik kepada kami melalui detik.com.

Dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan setia KFC, kami membutuhkan feedback yang membangun sebagaimana yang telah bapak sampaikan.

Menindak lanjuti keluhan bapak Taufik Rusyanto yang melakukan pemesanan KFC melalui pesan antar 14022 dengan wilayah antar terdekat KFC Sukabumi bahwa, Pada tanggal 15 Juli 2012 staff KFC Sukabumi a/n Bpk. Handoko, telah datang ke rumah Bpk Taufik di Jl Bhayangkara 133 Kodya Sukabumi, untuk meminta maaf, dan Bapak Taufik pun telah menyatakan bahwa masalahnya telah selesai, kemudian beliau pun mengirimkan email ke infoline KFC bahwa masalahnya telah selesai.

Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa KFC menyediakan Contact Center dengan nomor telp 0807 16 77777, hotline SMS 0812 1000 5050, email; info@kfcindonesia.com yang dapat dijadikan sarana bagi masyarakat umum sebagai pusat informasi dan pelayanan pelanggan.


Abdul Wahab
Jl MT. Haryono kav. 7 Jakarta Selatan
wahab@ffi.co.id
021 8313888


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?