detikcom

Sudah Meninggal, Tagihan KSM Mandiri Tetap Datang

Anto - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 09:09 WIB
Jakarta - (Bank Mandiri telah memberikan penjelasan mengenai Keluhan Bapak Anto)

Saya ingin minta penjelasan kepada Divisi Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Tanpa Agunan Bank Mandiri perihal tagihan yang datang untuk mendiang adik saya Purnomo Aji yang meninggal pada tanggal 20 Maret 2012.

Sampai dengan saat ini tagihan atas pinjaman KTA masih di kirim ke rumah. Padahal kami sudah mengkonfirmasi perihal meninggalnya adik saya ke Bank Mandiri Pondok Cabe Mutiara sesuai dengan prosedur yang di minta oleh pihak Bank.

Pada tanggal 23 Juli 2012 ketika kami tanyakan kembali, disebutkan bahwa hal ini terjadi karena klaim asuransi belum di cairkan oleh pihak asuransi dengan alasan bahwa pihak keuangan pihak asuransi sedang bermasalah.

Tentu saja kondisi ini merugikan nasabah, sementara bunga bank berjalan terus. Mohon perhatian yang sebesarnya dari Bank Mandiri.


Anto
Jl Bungur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
misdiyanto@gmail.com
08118111225


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?