detikcom

Sudah Meninggal, Tagihan KSM Mandiri Tetap Datang

Anto - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 09:09 WIB
Jakarta - (Bank Mandiri telah memberikan penjelasan mengenai Keluhan Bapak Anto)

Saya ingin minta penjelasan kepada Divisi Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Tanpa Agunan Bank Mandiri perihal tagihan yang datang untuk mendiang adik saya Purnomo Aji yang meninggal pada tanggal 20 Maret 2012.

Sampai dengan saat ini tagihan atas pinjaman KTA masih di kirim ke rumah. Padahal kami sudah mengkonfirmasi perihal meninggalnya adik saya ke Bank Mandiri Pondok Cabe Mutiara sesuai dengan prosedur yang di minta oleh pihak Bank.

Pada tanggal 23 Juli 2012 ketika kami tanyakan kembali, disebutkan bahwa hal ini terjadi karena klaim asuransi belum di cairkan oleh pihak asuransi dengan alasan bahwa pihak keuangan pihak asuransi sedang bermasalah.

Tentu saja kondisi ini merugikan nasabah, sementara bunga bank berjalan terus. Mohon perhatian yang sebesarnya dari Bank Mandiri.


Anto
Jl Bungur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
misdiyanto@gmail.com
08118111225


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?