detikcom

Sudah Meninggal, Tagihan KSM Mandiri Tetap Datang

Anto - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 09:09 WIB
Jakarta - (Bank Mandiri telah memberikan penjelasan mengenai Keluhan Bapak Anto)

Saya ingin minta penjelasan kepada Divisi Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Tanpa Agunan Bank Mandiri perihal tagihan yang datang untuk mendiang adik saya Purnomo Aji yang meninggal pada tanggal 20 Maret 2012.

Sampai dengan saat ini tagihan atas pinjaman KTA masih di kirim ke rumah. Padahal kami sudah mengkonfirmasi perihal meninggalnya adik saya ke Bank Mandiri Pondok Cabe Mutiara sesuai dengan prosedur yang di minta oleh pihak Bank.

Pada tanggal 23 Juli 2012 ketika kami tanyakan kembali, disebutkan bahwa hal ini terjadi karena klaim asuransi belum di cairkan oleh pihak asuransi dengan alasan bahwa pihak keuangan pihak asuransi sedang bermasalah.

Tentu saja kondisi ini merugikan nasabah, sementara bunga bank berjalan terus. Mohon perhatian yang sebesarnya dari Bank Mandiri.


Anto
Jl Bungur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
misdiyanto@gmail.com
08118111225


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?