detikcom

BlackBerry simPATI Tidak Kunjung Aktif

Ferry - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 09:50 WIB
Jakarta - (Telkomsel telah memberikan tanggapan untuk keluhan bapak Ferry)

Pada tanggal 22 Juli 2012, istri saya kehilangan handphone BlackBerry disebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dengan nomor IMEI 352660059321872.

Keesokan harinya, istri saya melaporkan ke Grapari Telkomsel dan sudah mendapatkan kembali nomor simPATI yang hilang tersebut diatas. Namun setelah 2 x 24 jam, layanan BlackBerry di handphone istri saya masih belum juga aktif sampai saat ini.

Ketika menghubungi call center Telkomsel tanggal 26 Juli 2012, customer service malah menyalahkan jaringan dan BlackBerry istri saya yang bermasalah.

Kami sekeluarga adalah pelanggan setia Telkomsel, oleh karena itu saya mohon agar Telkomsel sesegera mungkin menanggapi keluhan kami karena nomor istri saya sangat penting dalam aktifitas sehari-harinya.


Ferry
Jl Werkudoro, Jakarta Timur
jefri_male66@yahoo.com
085715824725


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?