detikcom

BlackBerry simPATI Tidak Kunjung Aktif

Ferry - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 09:50 WIB
Jakarta - (Telkomsel telah memberikan tanggapan untuk keluhan bapak Ferry)

Pada tanggal 22 Juli 2012, istri saya kehilangan handphone BlackBerry disebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dengan nomor IMEI 352660059321872.

Keesokan harinya, istri saya melaporkan ke Grapari Telkomsel dan sudah mendapatkan kembali nomor simPATI yang hilang tersebut diatas. Namun setelah 2 x 24 jam, layanan BlackBerry di handphone istri saya masih belum juga aktif sampai saat ini.

Ketika menghubungi call center Telkomsel tanggal 26 Juli 2012, customer service malah menyalahkan jaringan dan BlackBerry istri saya yang bermasalah.

Kami sekeluarga adalah pelanggan setia Telkomsel, oleh karena itu saya mohon agar Telkomsel sesegera mungkin menanggapi keluhan kami karena nomor istri saya sangat penting dalam aktifitas sehari-harinya.


Ferry
Jl Werkudoro, Jakarta Timur
jefri_male66@yahoo.com
085715824725


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?