detikcom

PCP Indonesia, Dua Minggu Paket Belum Diterima

Lukman Nulhakim - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 10:22 WIB
Ciamis - Pada tanggal 11 Juli 2012 Agung T-Shirt Yogyakarta mengirimkan paket kepada saya melalui PCP Indonesia. Tapi sampai hari ini paket yang dimaksud belum saya terima.

Sebelumnya, saya sudah mengajukan komplain ke Agung T-Shirt Yogyakarta. Ternyata permasalahan ada di PCP Indonesia, karena pihak Agung T-Shirt Yogyakarta tidak ingin namanya tercoreng, maka beliau mengadukan permasalahan ini ke PCP agen Yogyakarta tempat dimana ia mengirimkan barang tersebut.

Namun PCP Indonesia hanya bisa memberikan janji yang sampai saat ini tidak terbukti. Berulangkali saya telepon kurir yang di Ciamis tapi tidak pernah diangkat. Dan yang lebih aneh, agen PCP Yogyakarta tidak tahu alamat dari agen PCP Ciamis.

Saya mohon kepada PCP Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini menyangkut integritas anda sebagai perusahaan jasa pengiriman.


Lukman Nulhakim
Jl. Sindanghayu, Ciamis
lukmaniyah@yahoo.co.id
085223878787

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?