detikcom

PCP Indonesia, Dua Minggu Paket Belum Diterima

Lukman Nulhakim - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 10:22 WIB
Ciamis - Pada tanggal 11 Juli 2012 Agung T-Shirt Yogyakarta mengirimkan paket kepada saya melalui PCP Indonesia. Tapi sampai hari ini paket yang dimaksud belum saya terima.

Sebelumnya, saya sudah mengajukan komplain ke Agung T-Shirt Yogyakarta. Ternyata permasalahan ada di PCP Indonesia, karena pihak Agung T-Shirt Yogyakarta tidak ingin namanya tercoreng, maka beliau mengadukan permasalahan ini ke PCP agen Yogyakarta tempat dimana ia mengirimkan barang tersebut.

Namun PCP Indonesia hanya bisa memberikan janji yang sampai saat ini tidak terbukti. Berulangkali saya telepon kurir yang di Ciamis tapi tidak pernah diangkat. Dan yang lebih aneh, agen PCP Yogyakarta tidak tahu alamat dari agen PCP Ciamis.

Saya mohon kepada PCP Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini menyangkut integritas anda sebagai perusahaan jasa pengiriman.


Lukman Nulhakim
Jl. Sindanghayu, Ciamis
lukmaniyah@yahoo.co.id
085223878787

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?