detikcom

PCP Indonesia, Dua Minggu Paket Belum Diterima

Lukman Nulhakim - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 10:22 WIB
Ciamis - Pada tanggal 11 Juli 2012 Agung T-Shirt Yogyakarta mengirimkan paket kepada saya melalui PCP Indonesia. Tapi sampai hari ini paket yang dimaksud belum saya terima.

Sebelumnya, saya sudah mengajukan komplain ke Agung T-Shirt Yogyakarta. Ternyata permasalahan ada di PCP Indonesia, karena pihak Agung T-Shirt Yogyakarta tidak ingin namanya tercoreng, maka beliau mengadukan permasalahan ini ke PCP agen Yogyakarta tempat dimana ia mengirimkan barang tersebut.

Namun PCP Indonesia hanya bisa memberikan janji yang sampai saat ini tidak terbukti. Berulangkali saya telepon kurir yang di Ciamis tapi tidak pernah diangkat. Dan yang lebih aneh, agen PCP Yogyakarta tidak tahu alamat dari agen PCP Ciamis.

Saya mohon kepada PCP Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini menyangkut integritas anda sebagai perusahaan jasa pengiriman.


Lukman Nulhakim
Jl. Sindanghayu, Ciamis
lukmaniyah@yahoo.co.id
085223878787

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?