detikcom

Paket Banyak SMS XL Menghilang

Agung Haryanto - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 11:35 WIB
Jakarta - (Saat ini Bapak Agung telah dapat menikmati Paket Banyak SMS XL kembali)

Saya berlangganan paket Banyak SMS 14 hari dari XL Axiata. Pada tanggal 17 Juli saya mendapatkan sms notifikasi bahwa pulsa saya sudah terpotong sebesar Rp 9.000 untuk memperpanjang masa berlangganan sampai dengan tanggal 31 Juli 2012 pukul 24:00.

Tetapi pada siang hari tanggal 19 Juli, saya tersadar bahwa pulsa saya habis, ternyata pulsa saya habis terpakai untuk berkirim sms. Yang berarti paket banyak SMS saya tidak aktif.

Saat saya bertanya kepada customer service XL kapan paket sms akan aktif kembali, customer service XL tidak bisa memastikannya. Lalu saya dijanjikan akan mendapat sms berisi konfirmasi bahwa laporan saya telah di-submit ke bagian yang bersangkutan.

Akan tetapi hingga hari ini tidak ada satupun sms konfirmasi dari pihak XL dan paket sms saya tidak kunjung aktif kembali.


Agung Haryanto
Jl H. Kamet, Pasar Rebo, Jakarta Timur
agung.haryanto@gmail.com
0817824258


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?