detikcom

Pelanggan Lama Indovision yang Merasa Diabaikan

Nining Yuliarti - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 13:59 WIB
Bekasi - (Saat ini multi-decoder Indovision telah dipasang)

Karena tertarik promo penambahan dekoder kedua dari Indovision dengan iuran 50%, maka saya mengajukan penambahan dekoder berikut biaya pemasangan sebesar Rp. 100.000 yang telah ditransfer tanggal 08/06/2012.

Pada tanggal 12 Juni 2012 saya menghubungi Indovision Customer Care yang menjanjikan pemasangan akan diproses dalam 7 hari kerja. Namun sampai hari ini, Jumat 27/07/2012, belum ada teknisi yang datang untuk memasangnya.

Saya telah menanyakan ke Customer Care beberapa kali dan dijanjikan akan diteruskan ke bagian terkait. Hal ini juga saya tanyakan via e-mail dengan jawaban yang tidak jauh berbeda.

Kalau pelayanan pemasangan baru kepada pelanggan baru, bisa dilakukan dalam 2-3 hari, mengapa pelayanan kepada pelanggan lama diabaikan?


Nining Yuliarti
Jl. Kemang Soka Raya, Bekasi
herdhany@pwk.japfacomfeed.co.id
0811838840


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?