detikcom

Pelanggan Lama Indovision yang Merasa Diabaikan

Nining Yuliarti - suaraPembaca
Jumat, 27/07/2012 13:59 WIB
Bekasi - (Saat ini multi-decoder Indovision telah dipasang)

Karena tertarik promo penambahan dekoder kedua dari Indovision dengan iuran 50%, maka saya mengajukan penambahan dekoder berikut biaya pemasangan sebesar Rp. 100.000 yang telah ditransfer tanggal 08/06/2012.

Pada tanggal 12 Juni 2012 saya menghubungi Indovision Customer Care yang menjanjikan pemasangan akan diproses dalam 7 hari kerja. Namun sampai hari ini, Jumat 27/07/2012, belum ada teknisi yang datang untuk memasangnya.

Saya telah menanyakan ke Customer Care beberapa kali dan dijanjikan akan diteruskan ke bagian terkait. Hal ini juga saya tanyakan via e-mail dengan jawaban yang tidak jauh berbeda.

Kalau pelayanan pemasangan baru kepada pelanggan baru, bisa dilakukan dalam 2-3 hari, mengapa pelayanan kepada pelanggan lama diabaikan?


Nining Yuliarti
Jl. Kemang Soka Raya, Bekasi
herdhany@pwk.japfacomfeed.co.id
0811838840


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?