Okevision tidak Oke
Sabtu, 28/07/2012 14:17 WIB
Jakarta - (Okevision telah memberikan tanggapannya)
Saya adalah pelanggan Okevision dengan dua nomor pelanggan 401000588664/653. Pada tanggal 31 Mei 2012 saya melakukan kesalahan pembayaran, dimana untuk tagihan yang jatuh tempo tanggal 1 Juni saya salah memasukkan nomor pelanggan yang berakhiran 653 ke 663.
Saat itu juga saya menghubungi call center Okevision dan ternyata pembayaran saya yang ke 664 di alokasikan ke 653, sehingga pembayaran saya yang ke 663 bisa di katakan di abaikan, sehingga di bulan berikutnya tagihan saya untuk nomor pelanggan 664 yang jatuh tempo tanggal 2 Juli 2012 menjadi double.
Selanjutnya saya di minta untuk mengirimkan email bukti pembayaran yang salah yaitu ke nomor 663 sehingga untuk pembayaran tersebut akan di alokasikan ke nomor 664. Saya mengirimkan email per tanggal 25 Juni 2012 (tanggal yang sama saat saya komplain ), sehingga pada tanggal 27 Juni 2012 saya konfirmasi kembali bahwa dana sudah di alokasikan dan tagihan saya yang jatuh tempo juli adalah normal.
Pada tanggal yang sama, saya melakukan pembayaran untuk tagihan tersebut. Namun bulan ini saya mendapati tagihan saya yang jatuh tempo tanggal 2 Agustus 2012 kembali menjadi double, dengan alasan pada bulan Juli saya tidak melakukan pembayaran.
Ketika saya konfirmasikan kepada call center, saya kembali diminta untuk mengirimkan bukti pembayaran. Kenapa hal ini bisa terjadi? Sedangkan bulan sebelumnya sudah dianggap selesai dan saya sudah membayar sebelum jatuh tempo.
Yanzahari
Jl Mampang Prapatan III Jakarta Selatan
yanzahariaksa@yahoo.com
083878881562
(wwn/wwn)
Saya adalah pelanggan Okevision dengan dua nomor pelanggan 401000588664/653. Pada tanggal 31 Mei 2012 saya melakukan kesalahan pembayaran, dimana untuk tagihan yang jatuh tempo tanggal 1 Juni saya salah memasukkan nomor pelanggan yang berakhiran 653 ke 663.
Saat itu juga saya menghubungi call center Okevision dan ternyata pembayaran saya yang ke 664 di alokasikan ke 653, sehingga pembayaran saya yang ke 663 bisa di katakan di abaikan, sehingga di bulan berikutnya tagihan saya untuk nomor pelanggan 664 yang jatuh tempo tanggal 2 Juli 2012 menjadi double.
Selanjutnya saya di minta untuk mengirimkan email bukti pembayaran yang salah yaitu ke nomor 663 sehingga untuk pembayaran tersebut akan di alokasikan ke nomor 664. Saya mengirimkan email per tanggal 25 Juni 2012 (tanggal yang sama saat saya komplain ), sehingga pada tanggal 27 Juni 2012 saya konfirmasi kembali bahwa dana sudah di alokasikan dan tagihan saya yang jatuh tempo juli adalah normal.
Pada tanggal yang sama, saya melakukan pembayaran untuk tagihan tersebut. Namun bulan ini saya mendapati tagihan saya yang jatuh tempo tanggal 2 Agustus 2012 kembali menjadi double, dengan alasan pada bulan Juli saya tidak melakukan pembayaran.
Ketika saya konfirmasikan kepada call center, saya kembali diminta untuk mengirimkan bukti pembayaran. Kenapa hal ini bisa terjadi? Sedangkan bulan sebelumnya sudah dianggap selesai dan saya sudah membayar sebelum jatuh tempo.
Yanzahari
Jl Mampang Prapatan III Jakarta Selatan
yanzahariaksa@yahoo.com
083878881562
(wwn/wwn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru
Index »
-
Rabu, 22/05/2013 22:16 WIB
Penjelasan Mandiri untuk Keluhan Ibu Wina Amalia
-
Rabu, 22/05/2013 22:08 WIB
Tanggapan Bank Mega untuk Bapak Akhadi Yanuar Wahyono
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
BlackBerry Dakota PT Comtech Mengecewakan
-
Selasa, 21/05/2013 14:02 WIB
Bank Syariah Mandiri Telah Melakukan Refund
-
Selasa, 21/05/2013 13:14 WIB
Ketidakjelasan Perbaikan BlackBerry Dakota TAM
-
Selasa, 21/05/2013 10:44 WIB
Nokia Service Center Semarang Mengecewakan
OpiniAnda
Index »
-
Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
Kode Moral dan Muktamar Pancasila
Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Poling
Index »
Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












