detikcom

Mohon Penjelasan Dari Bank Mandiri

Hega Susilo Kuswiyono - suaraPembaca
Sabtu, 28/07/2012 14:30 WIB
Surabaya - (Bank Mandiri telah memberikan penjelasan atas keluhan ini)

Pada awal 2011, saya telah melunasi utang kredit Mitra Karya Mandiri sebesar Rp 45 juta dari total pinjaman Rp 50 juta. Sehingga saldo kredit saya tinggal Rp 5 juta lagi.

Beberapa bulan setelah pelunasan itu, tidak ada pendebetan melalui autodebet di rekening saya setiap bulan (angsuran pinjaman dibayarkan autodebet). Sampai hari ini pun tidak ada pendebetan rekening Mandiri saya, oleh sebab itu saya pikir saldo kredit sebesar Rp 5 juta itu sudah lunas.

Rabu, 25 Juli 2012 saya diberitahu bahwa utang kredit Mitra Karya saya masih Rp 35 juta. Saat ini seorang staff Mandiri berjanji untuk mencoba menelusuri transaksi pelunasan pada 2011 itu ke kantor pusat. Mohon tanggapan Bank Mandiri.


Hega Susilo Kuswiyono
Jl. Nginden II Surabaya
hega.susilo@gmail.com
08567720607


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 20/12/2014 16:04 WIB
    Kemaritiman: Saatnya Mewujudkan Cita-cita Mulia Suharto yang Tertunda
    Hari-hari ini kita membaca dan mendengar pembicaraan tentang kemaritiman di media massa tengah hangat-hangatnya. Tentu antusiasme pejabat dan pemangku untuk membenahi sektor kelautan membuncah, campur aduk antara pesimisme dan optimisme perlu kita dukung meskipun terkesan terlambat.
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
52%
Kontra
48%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?