detikcom

Tracking JNE Tidak Akurat

Tabi F. Rosida - suaraPembaca
Senin, 30/07/2012 10:47 WIB
Surabaya - (Bapak Erwin telah menerima paket yang dikirimkan oleh Ibu Rosida)

Saya membeli kacamata pelindung industri dari kawanlama via online. Barang tersebut dikirimkan melalui JNE, dan saya diberi nomor tracking.

Dalam tracking record disebutkan bahwa paket sudah diantar dan diterima pada tanggal 25 Juli 2012 pukul 11:44, dengan penerima Rizka. Tapi pada kenyataannya paket belum saya terima.

Padahal diperusahaan kami tidak ada karyawan yang bernama Rizka. Saya sudah mengirimkan email sebanyak 2 kali, dan berulangkali menelepon customer service setiap hari. Email tidak pernah ditanggapi, dan telepon JNE cabang Surabaya tidak pernah ada yang menjawab. Sedangkan nomor customer service pusat tidak bisa dihubungi.

Harap dipahami bahwa kacamata pelindung industri ini sifatnya sangat urgent. Saya berharap JNE secepat mungkin menanggapi permasalahan saya ini.


Tabi F. Rosida
Jl Margomulyo, Surabaya
fitariana@ptbmi.com
08155506337


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?