detikcom

Indovision Menghentikan Layanan

Teguh Trilistyono - suaraPembaca
Kamis, 02/08/2012 13:07 WIB
Tangerang - (Bapak Teguh Trilistyono sudah dapat menyaksikan tayangan Indovision kembali)

Sejak hari Minggu, 29 Juli 2012 saya dan keluarga tidak dapat menikmati tayangan Indovision karena semua channel diblokir. Saat ditanyakan ke bagian customer care Indovision, disebutkan bahwa kami membayar tagihan terakhir.

Hal ini sangat mengejutkan, karena tagihan terakhir sudah saya bayarkan beberapa hari sebelumnya melalui internet banking Bank BII dengan status berhasil.

Saya lalu mengirim email ke customer service Indovision dengan melampirkan email konfimasi pembayaran tagihan dari BII. Namun sampai dengan tanggal surat pembaca ini saya buat, belum ada tindak lanjut yang memuaskan dari pihak Indovision.

Saya berharap pihak Indovision dapat memperbaiki kualitas layanannya sehingga konsumen benar-benar jatuh hati dan tidak pindah ke lain hati.


Teguh Trilistyono
Perumahan Graha Raya, Tangerang Selatan
teguh_t@id.msig-asia.com
081585008651


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?