detikcom

Indovision Menghentikan Layanan

Teguh Trilistyono - suaraPembaca
Kamis, 02/08/2012 13:07 WIB
Tangerang - (Bapak Teguh Trilistyono sudah dapat menyaksikan tayangan Indovision kembali)

Sejak hari Minggu, 29 Juli 2012 saya dan keluarga tidak dapat menikmati tayangan Indovision karena semua channel diblokir. Saat ditanyakan ke bagian customer care Indovision, disebutkan bahwa kami membayar tagihan terakhir.

Hal ini sangat mengejutkan, karena tagihan terakhir sudah saya bayarkan beberapa hari sebelumnya melalui internet banking Bank BII dengan status berhasil.

Saya lalu mengirim email ke customer service Indovision dengan melampirkan email konfimasi pembayaran tagihan dari BII. Namun sampai dengan tanggal surat pembaca ini saya buat, belum ada tindak lanjut yang memuaskan dari pihak Indovision.

Saya berharap pihak Indovision dapat memperbaiki kualitas layanannya sehingga konsumen benar-benar jatuh hati dan tidak pindah ke lain hati.


Teguh Trilistyono
Perumahan Graha Raya, Tangerang Selatan
teguh_t@id.msig-asia.com
081585008651


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?