detikcom

Indovision Menghentikan Layanan

Teguh Trilistyono - suaraPembaca
Kamis, 02/08/2012 13:07 WIB
Tangerang - (Bapak Teguh Trilistyono sudah dapat menyaksikan tayangan Indovision kembali)

Sejak hari Minggu, 29 Juli 2012 saya dan keluarga tidak dapat menikmati tayangan Indovision karena semua channel diblokir. Saat ditanyakan ke bagian customer care Indovision, disebutkan bahwa kami membayar tagihan terakhir.

Hal ini sangat mengejutkan, karena tagihan terakhir sudah saya bayarkan beberapa hari sebelumnya melalui internet banking Bank BII dengan status berhasil.

Saya lalu mengirim email ke customer service Indovision dengan melampirkan email konfimasi pembayaran tagihan dari BII. Namun sampai dengan tanggal surat pembaca ini saya buat, belum ada tindak lanjut yang memuaskan dari pihak Indovision.

Saya berharap pihak Indovision dapat memperbaiki kualitas layanannya sehingga konsumen benar-benar jatuh hati dan tidak pindah ke lain hati.


Teguh Trilistyono
Perumahan Graha Raya, Tangerang Selatan
teguh_t@id.msig-asia.com
081585008651


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?