detikcom

Indovision Menghentikan Layanan

Teguh Trilistyono - suaraPembaca
Kamis, 02/08/2012 13:07 WIB
Tangerang - (Bapak Teguh Trilistyono sudah dapat menyaksikan tayangan Indovision kembali)

Sejak hari Minggu, 29 Juli 2012 saya dan keluarga tidak dapat menikmati tayangan Indovision karena semua channel diblokir. Saat ditanyakan ke bagian customer care Indovision, disebutkan bahwa kami membayar tagihan terakhir.

Hal ini sangat mengejutkan, karena tagihan terakhir sudah saya bayarkan beberapa hari sebelumnya melalui internet banking Bank BII dengan status berhasil.

Saya lalu mengirim email ke customer service Indovision dengan melampirkan email konfimasi pembayaran tagihan dari BII. Namun sampai dengan tanggal surat pembaca ini saya buat, belum ada tindak lanjut yang memuaskan dari pihak Indovision.

Saya berharap pihak Indovision dapat memperbaiki kualitas layanannya sehingga konsumen benar-benar jatuh hati dan tidak pindah ke lain hati.


Teguh Trilistyono
Perumahan Graha Raya, Tangerang Selatan
teguh_t@id.msig-asia.com
081585008651


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?