detikcom

Penjelasan Mandiri untuk Keluhan Bapak Haryanto

Sukoriyanto Saputro - suaraPembaca
Kamis, 02/08/2012 14:03 WIB
Jakarta - Menanggapi pengaduan dari Bapak Tri Haryanto di situs online Detik.com tanggal 26 Juli 2012 perihal "Tagihan Untuk Transaksi yang Gagal Didebet", dengan ini kami sampaikan terima kasih atas masukan yang Bapak Tri Haryanto berikan dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.

Kami telah menghubungi Bapak Tri Haryanto untuk menyampaikan bahwa Bank Mandiri masih memerlukan waktu antara 45 sampai dengan 180 hari kalender untuk menginvestigasi dengan merchant dan memproses penyelesaian permasalahan tersebut.

Selanjutnya hasilnya akan disampaikan secara langsung kepada Bapak Tri Haryanto pada kesempatan pertama.

Penjelasan secara tertulis telah kami kirimkan ke alamat pengiriman lembar tagihan Mandiri Kartu Kredit atas nama Bapak Tri Haryanto.

Apabila terdapat pertanyaan ataupun saran yang ingin disampaikan, Bapak Tri Haryanto dapat menghubungi Customer Service yang akan membantu melalui Mandiri Call layanan 24 jam di nomor 14000 atau melalui website www.bankmandiri.co.id dengan memilih menu contact us atau langsung melalui email customer.care@bankmandiri.co.id.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasama Redaksi Detik.com.


Sukoriyanto Saputro
Corporate Secretary
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?