detikcom

Mall Lippo, Hadiah Handphone Menjadi Teko

Haryati - suaraPembaca
Jumat, 03/08/2012 11:17 WIB
Bekasi - (Ibu Haryati menganggap permasalahan telah selesai)

Saya sering mengikuti undian yang diadakan di Mal Lippo Cikarang (MLC), dan pada tanggal 1 Agustus 2012 saya dinyatakan mendapatkan sebuah handphone.

Namun dalam prosesnya, hadiah saya di cancel dan diganti dengan tekoa dengan alasan saya salah mengikuti peraturan.

Disebutkan bahwa dengan belanja minimal Rp 250 ribu, bisa mengikuti undian lucky dip atau langsung mengambil souvenir teko. Padahal sebelum saya mengambil undian, saya sudah minta izin kepada resepsionis dan dibolehkan.

Dengan adanya kejadian ini saya merasa sangat kecewa, tolong kepada manajemen MLC untuk mereview kembali peraturan akan undian tersebut dan reseptionist yang tidak mengerti.


Haryati
Bumi Sani Permai, Tambun, Bekasi
aryaneska@yahoo.com
0818163014


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?