detikcom

Mall Lippo, Hadiah Handphone Menjadi Teko

Haryati - suaraPembaca
Jumat, 03/08/2012 11:17 WIB
Bekasi - (Ibu Haryati menganggap permasalahan telah selesai)

Saya sering mengikuti undian yang diadakan di Mal Lippo Cikarang (MLC), dan pada tanggal 1 Agustus 2012 saya dinyatakan mendapatkan sebuah handphone.

Namun dalam prosesnya, hadiah saya di cancel dan diganti dengan tekoa dengan alasan saya salah mengikuti peraturan.

Disebutkan bahwa dengan belanja minimal Rp 250 ribu, bisa mengikuti undian lucky dip atau langsung mengambil souvenir teko. Padahal sebelum saya mengambil undian, saya sudah minta izin kepada resepsionis dan dibolehkan.

Dengan adanya kejadian ini saya merasa sangat kecewa, tolong kepada manajemen MLC untuk mereview kembali peraturan akan undian tersebut dan reseptionist yang tidak mengerti.


Haryati
Bumi Sani Permai, Tambun, Bekasi
aryaneska@yahoo.com
0818163014


(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?