detikcom

Smartfren Hanya Bisa Membuka Situs Lokal

Nida Nur - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 10:28 WIB
Semarang - Saya adalah pelanggan internet prabayar Smarfren premium bulanan sejak bulan April 2012. Pada awal pemakaian, koneksinya memuaskan dengan kualitas layanan data yang cukup bagus.

Tetapi belakangan ini, kecepatan menurun dan seringnya disconnect. Hal serupa juga dialami pelangggan pelanggan lain yang juga berbagi pengalaman di forum pada sebuah situs lokal.

Saya masih dapat memaklumi karena memang belakangan jumlah pengguna Smarfren melonjak tajam.

Sejak tanggal 30 Juli 2012, kami tidak dapat mengakses situs internasional, bahkan situs jejaring sosial facebook dan lainnya.

Kami hanya bisa membuka situs dengan server lokal,itupun dengan kecepatan sangat rendah.

Sudah berulang kali kami menanyakan hal ini ke customer service, tapi hanya dijawab tidak tahu.

Kami mohon jangan telantarkan kami berhari-hari tanpa kejelasan. Terimakasih.


Nida Nur
Jl. Gergaji II Semarang
nida.haneefa@yahoo.com
081380830381

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 05/03/2015 10:28 WIB
    Demam Akik dan Semangat Kemerdekaan
    Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya (bahan) batu permata jenis giok di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tidak tanggung-tanggung berat giok yang ditemukan Usman (45th), seorang petani yang beralih profesi menjadi pencari batu permata ini diperkirakan seberat 20 ton.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?