detikcom

Smartfren Hanya Bisa Membuka Situs Lokal

Nida Nur - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 10:28 WIB
Semarang - Saya adalah pelanggan internet prabayar Smarfren premium bulanan sejak bulan April 2012. Pada awal pemakaian, koneksinya memuaskan dengan kualitas layanan data yang cukup bagus.

Tetapi belakangan ini, kecepatan menurun dan seringnya disconnect. Hal serupa juga dialami pelangggan pelanggan lain yang juga berbagi pengalaman di forum pada sebuah situs lokal.

Saya masih dapat memaklumi karena memang belakangan jumlah pengguna Smarfren melonjak tajam.

Sejak tanggal 30 Juli 2012, kami tidak dapat mengakses situs internasional, bahkan situs jejaring sosial facebook dan lainnya.

Kami hanya bisa membuka situs dengan server lokal,itupun dengan kecepatan sangat rendah.

Sudah berulang kali kami menanyakan hal ini ke customer service, tapi hanya dijawab tidak tahu.

Kami mohon jangan telantarkan kami berhari-hari tanpa kejelasan. Terimakasih.


Nida Nur
Jl. Gergaji II Semarang
nida.haneefa@yahoo.com
081380830381

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?