detikcom

Smartfren Hanya Bisa Membuka Situs Lokal

Nida Nur - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 10:28 WIB
Semarang - Saya adalah pelanggan internet prabayar Smarfren premium bulanan sejak bulan April 2012. Pada awal pemakaian, koneksinya memuaskan dengan kualitas layanan data yang cukup bagus.

Tetapi belakangan ini, kecepatan menurun dan seringnya disconnect. Hal serupa juga dialami pelangggan pelanggan lain yang juga berbagi pengalaman di forum pada sebuah situs lokal.

Saya masih dapat memaklumi karena memang belakangan jumlah pengguna Smarfren melonjak tajam.

Sejak tanggal 30 Juli 2012, kami tidak dapat mengakses situs internasional, bahkan situs jejaring sosial facebook dan lainnya.

Kami hanya bisa membuka situs dengan server lokal,itupun dengan kecepatan sangat rendah.

Sudah berulang kali kami menanyakan hal ini ke customer service, tapi hanya dijawab tidak tahu.

Kami mohon jangan telantarkan kami berhari-hari tanpa kejelasan. Terimakasih.


Nida Nur
Jl. Gergaji II Semarang
nida.haneefa@yahoo.com
081380830381

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
48%
Kontra
52%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?