detikcom

Transaksi Debit Muamalat Gagal, Saldo Terpotong

Angga Pangestika - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 11:16 WIB
Bekasi - Pada tanggal 5 Agustus 2012 sekitar pukul 15.00 WIB, saya melakukan pembelian satu buah ponsel seharga Rp 1.725.000 di Tokoponsel MRC Phone ITC Cempaka Mas.

Saya melakukan pembayaran menggunakan Debet Muamalat pada mesin merchant EDC BCA, namun terjadi kegagalan transaksi. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengambil tunai melalui ATM.

Akan tetapi setelah selesai melakukan pengambilan uang, saldo saya terpotong sebesar Rp.3.450.000. Asumsi saya ini adalah karena kegagalan transaksi ganda senilai Rp 1.725.000 melalui mesin merchant EDC BCA.

Kemudian saya menghubungi toko ponsel itu kembali untuk melakukan pembayaran tunai terhadap barang yang saya beli serta melaporkan bahwa telah terjadi transaksi yang gagal.

Kasir melaporkan hal ini ke customer service BCA bagian pengaduan kegagalan transaksi EDC dan ternyata benar ada transaksi ganda yang gagal.

Customer Service BCA menyarankan agar saya menghubungi Bank Muamalat, dan customer service Bank Muamalat menjanjikan permasalahan akan selesai paling lambat dalam 14 hari kerja.

Saya mohon untuk respon yang cepat dan kerjasama antara Bank Muamalat dan Jaringan BCA dalam menyelesaikan masalah yang saya alami, karena dalam waktu dekat saya memerlukan uang tersebut. Terimakasih.


Angga Pangestika
Jl H Naman, Bintara Jaya, Bekasi Barat
angga.pangestika@gmail.com
08999125324

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?