detikcom

Indovision Batam Tidak Professional

Debby Mariana - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 13:40 WIB
Batam - Awal Juli 2012 saya mengirimkan fax ke Indovision pusat Jakarta untuk pengajuan pindah regional dari wilayah Jakarta ke Batam. Dimana saya meminta untuk di proses sekitar tanggal 16 Juli.

Tertanggal 2, 11 dan 12 Juli 2012 saya sudah menerima 4 kali telepon dari Customer Service untuk konfirmasi mengenai pindah region ini dimana mereka menginformasikan akan berkoordinasi dengan Indovision di wilayah Batam dan akan dilakukan proses pemasangan tanggal 16 Juli.

Namun hingga tanggal 20 Juli saya tidak mendapatkan informasi kembali baik dari pihak Indovision Batam maupun Indovision Pusat.

Customer service Indovision Jakarta dan selalu memberikan jawaban yang sama bahwa akan dikoordinasikan dengan pihak Batam.

Tanggal 26 Juli saya mendatangai kantor Indovision Batam untuk menanyakan status proses pemasangan kembali. Dinformasikan bahwa pihak teknisi saat itu tidak ada di tempat dan akan menghubungi saya keesokan harinya.

Akan tetapi hingga akhir bulan Juli saya tidak mendapatkan jawaban dari pihak Indovision Batam.

Sebagai informasi saya sudah melakukan pindah region sebanyak 3 kota, dari Solo, Palembang dan Jakarta dan hanya butuh waktu sekitar seminggu untuk proses pemasangan kembali.

Administrasi atau komunikasi pihak Indovision Batam sangat tidak professional, mereka beralasan bahwa administrasi mengenai nomor ID atau keluhan saya hilang.


Debby Mariana
Jl. Duyung Sei Jodoh, Batam
debbyanna03@yahoo.com
08562856264

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
29%
Kontra
71%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?