detikcom

Terimakasih Detik.com, Keluhan Saya telah Ditanggapi ANZ

Andriyanto - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 13:59 WIB
Depok - Keluhan saya dimuat oleh detik.com tanggal 3/8/2012 perihal adanya telepon terus menerus ke rumah kontrakan saya oleh orang yang mengaku dari ANZ, alhamdulillah langsung ditanggapi oleh bapak Sutrisno Customer Care ANZ.

Menurut beliau, memang benar penelpon tersebut dari ANZ dan yang dicari adalah Jemi Sawisa yang kemungkinan besar pengontrak lama rumah kontrakan saya karena nomor telpon yang dicatatkan adalah nomer telepon rumah.

Bapak Sutrisno menyampaikan semenjak tanggal 6/8/2012 ANZ telah memutus daftar panggilan ke nomor rumah saya, dengan demikian diharapkan tidak ada lagi telepon dari ANZ ke rumah saya yang mencari Jemi Sawisa.

Terimakasih detik.com, terimakasih juga kepada ANZ yang diwakili oleh Bapak Sutrisno. Salam sukses.


Andriyanto
Maharaja C1 Depok
andriyanto.to@gmail.com
082135115818

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?