detikcom

Terimakasih Detik.com, Keluhan Saya telah Ditanggapi ANZ

Andriyanto - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 13:59 WIB
Depok - Keluhan saya dimuat oleh detik.com tanggal 3/8/2012 perihal adanya telepon terus menerus ke rumah kontrakan saya oleh orang yang mengaku dari ANZ, alhamdulillah langsung ditanggapi oleh bapak Sutrisno Customer Care ANZ.

Menurut beliau, memang benar penelpon tersebut dari ANZ dan yang dicari adalah Jemi Sawisa yang kemungkinan besar pengontrak lama rumah kontrakan saya karena nomor telpon yang dicatatkan adalah nomer telepon rumah.

Bapak Sutrisno menyampaikan semenjak tanggal 6/8/2012 ANZ telah memutus daftar panggilan ke nomor rumah saya, dengan demikian diharapkan tidak ada lagi telepon dari ANZ ke rumah saya yang mencari Jemi Sawisa.

Terimakasih detik.com, terimakasih juga kepada ANZ yang diwakili oleh Bapak Sutrisno. Salam sukses.


Andriyanto
Maharaja C1 Depok
andriyanto.to@gmail.com
082135115818

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?