detikcom

Terimakasih Detik.com, Keluhan Saya telah Ditanggapi ANZ

Andriyanto - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 13:59 WIB
Depok - Keluhan saya dimuat oleh detik.com tanggal 3/8/2012 perihal adanya telepon terus menerus ke rumah kontrakan saya oleh orang yang mengaku dari ANZ, alhamdulillah langsung ditanggapi oleh bapak Sutrisno Customer Care ANZ.

Menurut beliau, memang benar penelpon tersebut dari ANZ dan yang dicari adalah Jemi Sawisa yang kemungkinan besar pengontrak lama rumah kontrakan saya karena nomor telpon yang dicatatkan adalah nomer telepon rumah.

Bapak Sutrisno menyampaikan semenjak tanggal 6/8/2012 ANZ telah memutus daftar panggilan ke nomor rumah saya, dengan demikian diharapkan tidak ada lagi telepon dari ANZ ke rumah saya yang mencari Jemi Sawisa.

Terimakasih detik.com, terimakasih juga kepada ANZ yang diwakili oleh Bapak Sutrisno. Salam sukses.


Andriyanto
Maharaja C1 Depok
andriyanto.to@gmail.com
082135115818

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?