detikcom

Air tidak mengalir, Tanggung Jawab Siapa?

Ryan Barry - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 15:38 WIB
Bogor - Tanggal 30 Mei 2012 saya melakukan akad kredit dengan perumahan Ciomas Hill Bogor & BTN Dramaga Bogor, dan pada tanggal 30 Juni saya serah terima kunci.

Semenjak serah terima kunci sampai sekarang air PAM yang dijanjikan belum kunjung mengalir, padahal meteran sudah terpasang dan kalau saya putar keran hanya angin yang keluar tapi meteran berputar normal.

Saya sudah berulangkali melayangkan komplain ke pihak pengembang tapi dari pengembang berdalih itu masalah dari PDAM kabupaten Bogor (Cibinong).

Kepada siapa saya harus menyampaikan keluhan ini, pada awalnya kami masih terbantu dengan bantuan air bersih dari pengembang, tapi sudah 2 minggu ini tidak ada lagi.

Saya merasa dirugikan harus membeli air isi ulang 5 galon setiap hari untuk keperluan keluarga saya. Terima Kasih


Ryan Barry
Ciomas Hill, Bogor
ryan.barry@sauwellheads.com
081287911778

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?