detikcom

Air tidak mengalir, Tanggung Jawab Siapa?

Ryan Barry - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 15:38 WIB
Bogor - Tanggal 30 Mei 2012 saya melakukan akad kredit dengan perumahan Ciomas Hill Bogor & BTN Dramaga Bogor, dan pada tanggal 30 Juni saya serah terima kunci.

Semenjak serah terima kunci sampai sekarang air PAM yang dijanjikan belum kunjung mengalir, padahal meteran sudah terpasang dan kalau saya putar keran hanya angin yang keluar tapi meteran berputar normal.

Saya sudah berulangkali melayangkan komplain ke pihak pengembang tapi dari pengembang berdalih itu masalah dari PDAM kabupaten Bogor (Cibinong).

Kepada siapa saya harus menyampaikan keluhan ini, pada awalnya kami masih terbantu dengan bantuan air bersih dari pengembang, tapi sudah 2 minggu ini tidak ada lagi.

Saya merasa dirugikan harus membeli air isi ulang 5 galon setiap hari untuk keperluan keluarga saya. Terima Kasih


Ryan Barry
Ciomas Hill, Bogor
ryan.barry@sauwellheads.com
081287911778

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 12/09/2014 22:32 WIB
    Menelisik Determinan Rasio Pajak
    Di awal masa pemerintahan Jokowi, isu fiscal space di APBN kembali menjadi perhatian. Berbagai alternatif solusi muncul untuk menanggulangi hal ini. Diantaranya adalah melalui peningkatan rasio pajak.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?