detikcom

Tegangan Listrik Kurang dari 220 Volt

Leonardus J Christanto - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 16:32 WIB
Tangerang - Pada saat saya memasang AC di rumah, ternyata tidak bisa menyala dengan normal. Setelah dicek oleh teknisi yang memasang, hal itu bukan karena AC saya yang rusak tapi karena tegangan listrik di rumah saya tidal stabil.

Seharusnya tegangan yang normal adalah 220 volt, tapi ternyata hanya kisaran 150 Volt s/d 170 volt.

Kemudian saya melaporkan hal ini ke PLN, petugas lapangan PLN Pamulang mengatak bahwa memang benar tegangan listrik di perumahan saya sudah lama mengalami penurunan daya.

Bagaimana dengan tTanggung jawab PLN sebagai satu-satunya persero yang menyediakan energi listrik? sedangkan kami sebagai pelanggan sudah melaksanakan kewajiban membayar setiap bulan.


Leonardus J Christanto
Perumahan Ikhsan Griya Asri , Tangerang selatan
leonardusjctw@yahoo.com
08179878978

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?