detikcom

Tegangan Listrik Kurang dari 220 Volt

Leonardus J Christanto - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 16:32 WIB
Tangerang - Pada saat saya memasang AC di rumah, ternyata tidak bisa menyala dengan normal. Setelah dicek oleh teknisi yang memasang, hal itu bukan karena AC saya yang rusak tapi karena tegangan listrik di rumah saya tidal stabil.

Seharusnya tegangan yang normal adalah 220 volt, tapi ternyata hanya kisaran 150 Volt s/d 170 volt.

Kemudian saya melaporkan hal ini ke PLN, petugas lapangan PLN Pamulang mengatak bahwa memang benar tegangan listrik di perumahan saya sudah lama mengalami penurunan daya.

Bagaimana dengan tTanggung jawab PLN sebagai satu-satunya persero yang menyediakan energi listrik? sedangkan kami sebagai pelanggan sudah melaksanakan kewajiban membayar setiap bulan.


Leonardus J Christanto
Perumahan Ikhsan Griya Asri , Tangerang selatan
leonardusjctw@yahoo.com
08179878978

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?