detikcom

Pembuangan Sampah dan Limbah Liar di Komplek IKIP

Yulianto Piyut - suaraPembaca
Selasa, 07/08/2012 17:05 WIB
Jakarta - Kami Warga Komplek IKIP Blok BZ RT 013 RW 02 Duren Sawit, Jakarta Timur sudah sekitar 6 bulan ini diresahkan dengan adanya kegiatan pembuangan limbah di tanah kosong sebelah komplek perumahan.

Limbah yang dibuang berupa puing-puing bangunan, sampah rumah tangga, sampah industri dan lain-lain. Selain membuang limbah, meraka juga melakukan pembakaran sehingga menyebabkan komplek pemukiman warga dipenuhi dengan asap dengan bau yang tidak sedap.

Hal ini tentu saja mengganggu ketentraman warga dan kesehatan, terutama anak-anak kami yang masih kecil. Debu dari limbah puing juga membuat tidak nyaman. Kemungkinan besar pernafasan warga akan terganggu jika kegiatan ini tidak segera dihentikan.

Warga sudah melaporkan hal ini, mulai dari tingkat RW, Kelurahan, Kecamatan, dan Walikota. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan tegas dan jelas dari pemerintah setempat..

Dalam dua hari ini warga diresahkan dengan aksi pembakaran limbah, sudah mirip pembakaran lahan di Riau. Tumpukan puing-puing yang didalamnya ada sampah menyebabkan biang api sulit untuk dimatikan.

Bahkan etugas DamKar menyerah, karena biang apinya tertutup timbunan puing. Terkadang api timbul dengan sendirinya dengan adanya tiupan angin.

Kami, selaku warga yang terganggu memohon kepada Dinas Kebersihan Jakarta Timur untuk segera menindak oknum yang terlibat dan segera memberhentikan kegiatan tersebut.


Yulianto Piyut
yulianto.piyut@gmail.com
Komplek IKIP, Duren Sawit, Jakarta Timur
0811857602

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?