detikcom

Dianggap Belum Membayar Tagihan TopTV

Wildan Ekapribadi - suaraPembaca
Kamis, 09/08/2012 11:46 WIB
Bandung - Orang tua saya adalah pelanggan TopTV sejak tanggal 5 Februari 2012 yang membayar tagihan melalui counter TopTV di Jl. RE Martadinata Bandung.

Dikarenakan jarak dari rumah ke counter pelayanan pelanggan yang cukup jauh, pada bulan Juni orang tua saya meminta bantuan untuk melakukan pembayaran tagihan TopTV melalui klikBCA.

Oleh karena itu, sejak bulan Juni saya membayarkan tagihan TopTV melalui klikBCA.

Dikarenakan ada hal yang ingin disampaikan kepada petugas TopTV, pada tanggal 8 Agustus 2012, orang tua saya membayar tagihan bulan Agustus via Counter TopTV.

Namun petugas menyatakan bahwa orang tua saya belum membayar tagihan selama 4 bulan, terhitung sejak bulan Mei 2012.

Hal ini sungguh sangat mengherankan, mengapa perusahaan sekelas MNC sebagai pengelola TopTV tidak memiliki rekaman pembayaran dari pelanggan.

Mohon tanggapan dan penyelesaian atas masalah ini dari TopTV. Terima kasih.


Wildan Ekapribadi
Jl. Sersan Sodik, Bandung
w_ekapribadi@hotmail.com
08122257053

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?