detikcom

Promo Merdeka Fare Merpati tidak Serius

Erwin Mulialim - suaraPembaca
Kamis, 09/08/2012 13:15 WIB
Ruteng - (Bank Mandiri telah memberikan penjelasan perihal keluhan Bapak Erwin Mulialim)

Sejak tanggal 03 Agustus 2012 hingga hari ini koneksi transaksi pembayaran antara jaringan server Merpati-Finpay-Bank Mandiri mengalami kendala.

Hal ini menyebabkan booking tiket yang sudah dilakukan, baik melalui situs Merpati maupun melalui call Centre sama sekali tidak bisa dilakukan, baik melalui ATM maupu internet banking.

Begitu juga dengan Kantor Cabang Merpati setempat, tidak dapat memproses tansaksi pembayaran booking tiket yang sudah dilakukan melalui situs Merpati (B2C) tersebut dengan alasan bahwa sistem terkunci untuk tiket yang di pesan secara online.

Oleh karena itu, menurut saya dapat dikatakan bahwa promo Merdeka Fare dari Merpati tidak sepenuh hati.


Erwin Mulialim
Jl Likang Telu, Langke Rembong, Manggarai
erwin.mulialim@indosat.net.id
0385 2700001


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 02/03/2015 10:35 WIB
    Chapel Hill Shooting: Dari Rasisme ke Terorisme
    Kasus penembakan terhadap tiga muslim Amerika di Chapel Hill yang menempati urutan ke 7 trending topic dunia, telah menyisakan asa bagi kaum muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini menyusul kejadian penembakan serupa di Paris terhadap wartawan majalah satire Chalrie Hebdo sebagai respon atas penerbitan kartun Nabi Muhammad.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?