detikcom

Pembetonan Jalan Kemang Barat tidak Pada Tempatnya

Ahmad Faried - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 10:39 WIB
Jakarta - Sejumlah warga Kemang Barat, Jakarta Selatan melakukan protes terhadap pembetonan jalan di wilayahnya. Keberatan warga dikarenakan proyek tersebut merupakan suatu pemborosan dana.

Karena jalan Kemang Barat tersebut selama ini dalam kondisi baik-baik saja, ber-aspal mulus.

Tata ruang jalan yang selama ini terlihat 'apik' menjadi rusak, sebab saluran air yang selama ini ada menjadi tertutup oleh betonan semen. Tentunya ini akan berakibat banjir dikala musim hujan.

Selain itu juga warga mendapatkan tawaran dari oknum untuk pembuatan jalur semen sebagai perantara jalan tersebut dengan jalan keluar rumah warga yang tentunya akan ada biaya yang entah berapa harus dikeluarkan warga.

Oleh karena itu, warga kemang barat akan melakukan aksi protes dengan mengirimkan surat kepada pihak terkait.


Ahmad Faried
(Wakil warga Kemang Barat)
Jl Pondok Kopi VII Jakarta Timur
faried_7171@rocketmail.com
08159824520

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?