detikcom

Pembetonan Jalan Kemang Barat tidak Pada Tempatnya

Ahmad Faried - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 10:39 WIB
Jakarta - Sejumlah warga Kemang Barat, Jakarta Selatan melakukan protes terhadap pembetonan jalan di wilayahnya. Keberatan warga dikarenakan proyek tersebut merupakan suatu pemborosan dana.

Karena jalan Kemang Barat tersebut selama ini dalam kondisi baik-baik saja, ber-aspal mulus.

Tata ruang jalan yang selama ini terlihat 'apik' menjadi rusak, sebab saluran air yang selama ini ada menjadi tertutup oleh betonan semen. Tentunya ini akan berakibat banjir dikala musim hujan.

Selain itu juga warga mendapatkan tawaran dari oknum untuk pembuatan jalur semen sebagai perantara jalan tersebut dengan jalan keluar rumah warga yang tentunya akan ada biaya yang entah berapa harus dikeluarkan warga.

Oleh karena itu, warga kemang barat akan melakukan aksi protes dengan mengirimkan surat kepada pihak terkait.


Ahmad Faried
(Wakil warga Kemang Barat)
Jl Pondok Kopi VII Jakarta Timur
faried_7171@rocketmail.com
08159824520

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?