detikcom

Pembetonan Jalan Kemang Barat tidak Pada Tempatnya

Ahmad Faried - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 10:39 WIB
Jakarta - Sejumlah warga Kemang Barat, Jakarta Selatan melakukan protes terhadap pembetonan jalan di wilayahnya. Keberatan warga dikarenakan proyek tersebut merupakan suatu pemborosan dana.

Karena jalan Kemang Barat tersebut selama ini dalam kondisi baik-baik saja, ber-aspal mulus.

Tata ruang jalan yang selama ini terlihat 'apik' menjadi rusak, sebab saluran air yang selama ini ada menjadi tertutup oleh betonan semen. Tentunya ini akan berakibat banjir dikala musim hujan.

Selain itu juga warga mendapatkan tawaran dari oknum untuk pembuatan jalur semen sebagai perantara jalan tersebut dengan jalan keluar rumah warga yang tentunya akan ada biaya yang entah berapa harus dikeluarkan warga.

Oleh karena itu, warga kemang barat akan melakukan aksi protes dengan mengirimkan surat kepada pihak terkait.


Ahmad Faried
(Wakil warga Kemang Barat)
Jl Pondok Kopi VII Jakarta Timur
faried_7171@rocketmail.com
08159824520

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?