detikcom

Permohonan Maaf Kepada PT Mulia Rejeki Waterindo

Maria Elena - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 11:30 WIB
Jakarta - Saya atas nama Maria Elena, ingin menyampaikan klarifikasi perihal keluhan saya yang ditayangkan di suarapembaca.detik.com dengan judul, "PT Mulia Rejeki Waterindo tidak Membayar Supplier".

Saat ini PT Mulia Rejeki Waterindo sudah menghubungi saya untuk menyelesaikan secara damai permasalahan hutang nya kepada pihak supplier.

Dengan ini saya menyampaikan permemohonan maaf yang sebesar besar nya kepada Ibu Gabby Permata Starosa sebagai pemilik dari PT Mulia Rejeki Waterindo atas penyampaian keluhan saya yang terbit pada tanggal 09 Agustus 2012.

Setelah saya mengetahui bahwa, jika saya menyampaikan sesuatu di media tanpa bisa membuktikan kebenarannya maka saya akan dikenakan pasal pencemaran nama baik.

Oleh karena itu saya dengan setulus hati memohon ma'af yang sebesar-besarnya telah mencemarkan nama baik dari ibu Gabby Permata Starosa dan PT Mulia Rejeki Waterindo dan saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi.

Saya telah secara tidak sengaja mencemarkan nama ibu Gabby yang ternyata adalah seorang yang luar biasa, karena beliau saat ini sedang membangun rumah sakit kanker dan sekolah untuk anak yang tidak mampu. Semoga bisa menjadi berkah bagi banyak orang

Semoga Tuhan memberkati setiap langkah ibu Gaby Permata Starosa. Amin.


Maria Elena
Puri Bintara Regency, Bekasi
pienowing@yahoo.com
081310215319

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

DPR kini tengah menggodok kemungkinan 'menghapus' hukuman mati dari KUHP. Dalam draf RUU KUHP, hukuman mati menjadi pidana pokok yang bersifat khusus dan sifatnya alternatif. Anda setuju?