detikcom

Permohonan Maaf Kepada PT Mulia Rejeki Waterindo

Maria Elena - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 11:30 WIB
Jakarta - Saya atas nama Maria Elena, ingin menyampaikan klarifikasi perihal keluhan saya yang ditayangkan di suarapembaca.detik.com dengan judul, "PT Mulia Rejeki Waterindo tidak Membayar Supplier".

Saat ini PT Mulia Rejeki Waterindo sudah menghubungi saya untuk menyelesaikan secara damai permasalahan hutang nya kepada pihak supplier.

Dengan ini saya menyampaikan permemohonan maaf yang sebesar besar nya kepada Ibu Gabby Permata Starosa sebagai pemilik dari PT Mulia Rejeki Waterindo atas penyampaian keluhan saya yang terbit pada tanggal 09 Agustus 2012.

Setelah saya mengetahui bahwa, jika saya menyampaikan sesuatu di media tanpa bisa membuktikan kebenarannya maka saya akan dikenakan pasal pencemaran nama baik.

Oleh karena itu saya dengan setulus hati memohon ma'af yang sebesar-besarnya telah mencemarkan nama baik dari ibu Gabby Permata Starosa dan PT Mulia Rejeki Waterindo dan saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi.

Saya telah secara tidak sengaja mencemarkan nama ibu Gabby yang ternyata adalah seorang yang luar biasa, karena beliau saat ini sedang membangun rumah sakit kanker dan sekolah untuk anak yang tidak mampu. Semoga bisa menjadi berkah bagi banyak orang

Semoga Tuhan memberkati setiap langkah ibu Gaby Permata Starosa. Amin.


Maria Elena
Puri Bintara Regency, Bekasi
pienowing@yahoo.com
081310215319

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?