detikcom

Permohonan Pembatalan Transaksi Mencurigakan

Arif Wahyu - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 11:49 WIB
Depok - (CIMB Niaga telah menanggapi keluhan Bapak Arif Wahyu)

Hari ini saya mendapatkan tawaran diskon dari Cimb Niaga sebagai rewards karena transaksi kartu kredit yang lancar dan bonus poin sebesar 3000 yang tidak pernah dipakai.

Pada awalnya saya tidak curiga, sampai ada seorang petugas yang medatangi kantor saya meminta kartu saya untuk di verifikasi. Saya terkejut karena muncul angka Rp 3.950.000 yang harus saya bayar.

Petugas tersebut menyambungkan saya kepihak Mutiara Paradise dan menjelaskan bahwa transaksi hanya dapat dibatalkan dan akan dikembalikan jika tidak dipakai.

Saya semakin curiga karena dikartu diskon tidak ada tanda CIMB Niaga, dan tidak bisa dilakukan pembatalan sebagaimana dijanjikan sebelumnya.

Customer service CIMB Niaga yang saya hubungi menjelaskan bahwa transaksi tersebut adalah transaksi normal dan akan ditagihkan ke kartu kredit saya. Dan permintaan pembatalan yang saya ajukan juga tidak bisa disetujui.

Sampai surat pembaca ini saya tulis, tagihan tersebut belum tercatat di account saya yang saya lihat melalui cimbclicks. Struk transaksi juga masih belum saya tandatangani.

Saya mohon kepada CIMB Niaga untuk bisa membantu dalam pembatalan transaksi ini. Sebagai bahan pertimbangan, saya sudah mejadi nasabah CIMB niaga sejak tahun 2005 dan mengambil produk-produk CIMB Niaga lainnya.


Arif Wahyu
Jl. Sawangan Elok, Depok
nextarif@gmail.com
08562227441


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
39%
Kontra
61%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?