detikcom

Brosur BRI Touch tidak Sesuai Prakteknya

Intan Widya Wardhani - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 15:17 WIB
Jakarta - (BRI telah menghubungi Ibu Intan untuk untuk menyampaikan penjelasan atas permasalahan dimaksud)

Saya adalah nasabah baru Kartu Kredit BRI Touch dan baru saja mengkativasi kartu tersebut pada tanggal 9 Agustus 2012.

Saya tertarik untuk apply karena salah satu keunggulan yang dijanjikan adalah free annual fee for life, transaki ritel, dan penarikan uang tunai.

Namun pada saat saya melakukan aktivasi, call center BRI menyebutkan bahwa tidak akan mengirimkan pin, karena BRI Touch tidak bisa digunakan untuk melakukan pengambilan tunai dan hanya bisa digunakan untuk transaksi ritel.

Padahal pada booklet yang dikirimkan bersamaan dengan kartu BRI Touch saya, disebutkan bahwa salah satu keuntungan BRI Touch adalah penarikan uang tunai.

Atas kejadian ini saya merasa telah terjadi ketidaksesuaian antara brosur yang diberikan dengan kenyataan yang sesungguhnya.


Intan Widya Wardhani
Jl. Jati, Rawamangun, Jakart Timur
intanwidyawardhani@yahoo.com
08121001090


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?