detikcom

Brosur BRI Touch tidak Sesuai Prakteknya

Intan Widya Wardhani - suaraPembaca
Jumat, 10/08/2012 15:17 WIB
Jakarta - (BRI telah menghubungi Ibu Intan untuk untuk menyampaikan penjelasan atas permasalahan dimaksud)

Saya adalah nasabah baru Kartu Kredit BRI Touch dan baru saja mengkativasi kartu tersebut pada tanggal 9 Agustus 2012.

Saya tertarik untuk apply karena salah satu keunggulan yang dijanjikan adalah free annual fee for life, transaki ritel, dan penarikan uang tunai.

Namun pada saat saya melakukan aktivasi, call center BRI menyebutkan bahwa tidak akan mengirimkan pin, karena BRI Touch tidak bisa digunakan untuk melakukan pengambilan tunai dan hanya bisa digunakan untuk transaksi ritel.

Padahal pada booklet yang dikirimkan bersamaan dengan kartu BRI Touch saya, disebutkan bahwa salah satu keuntungan BRI Touch adalah penarikan uang tunai.

Atas kejadian ini saya merasa telah terjadi ketidaksesuaian antara brosur yang diberikan dengan kenyataan yang sesungguhnya.


Intan Widya Wardhani
Jl. Jati, Rawamangun, Jakart Timur
intanwidyawardhani@yahoo.com
08121001090


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?