detikcom

Telepon dan Speedy Bapak Roelly telah Berfungsi

Sri Rezeki - suaraPembaca
Senin, 13/08/2012 15:04 WIB
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak Roelly Herdyanto yang dimuat Detik.com tanggal 7 Agustus 2012 dengan judul "3 Minggu Speedy Tidak Aktif", atas nama Manajemen TELKOM, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan TELKOM yang Bapak rasakan.

Dapat kami jelaskan bahwa pihak TELKOM telah menghubungi pihak Bapak Roelly Herdyanto untuk menjelaskan permasalahan yang dialaminya.

Selanjutnya pihak TELKOM telah menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan perbaikan gangguan dan saat ini telepon dan speedy pelanggan sudah berfungsi dapat digunakan dengan baik. Dengan demikian permasalahan Bapak Roelly Herdyanto telah diselesaikan.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kepercayaan Bapak kepada TELKOM kami ucapkan terima kasih.


Sri Rezeki
Manager Communication Jabodetabek

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 12/09/2014 22:32 WIB
    Menelisik Determinan Rasio Pajak
    Di awal masa pemerintahan Jokowi, isu fiscal space di APBN kembali menjadi perhatian. Berbagai alternatif solusi muncul untuk menanggulangi hal ini. Diantaranya adalah melalui peningkatan rasio pajak.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?