detikcom

Telepon dan Speedy Bapak Roelly telah Berfungsi

Sri Rezeki - suaraPembaca
Senin, 13/08/2012 15:04 WIB
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak Roelly Herdyanto yang dimuat Detik.com tanggal 7 Agustus 2012 dengan judul "3 Minggu Speedy Tidak Aktif", atas nama Manajemen TELKOM, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan TELKOM yang Bapak rasakan.

Dapat kami jelaskan bahwa pihak TELKOM telah menghubungi pihak Bapak Roelly Herdyanto untuk menjelaskan permasalahan yang dialaminya.

Selanjutnya pihak TELKOM telah menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan perbaikan gangguan dan saat ini telepon dan speedy pelanggan sudah berfungsi dapat digunakan dengan baik. Dengan demikian permasalahan Bapak Roelly Herdyanto telah diselesaikan.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kepercayaan Bapak kepada TELKOM kami ucapkan terima kasih.


Sri Rezeki
Manager Communication Jabodetabek

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?