detikcom

Telepon dan Speedy Bapak Roelly telah Berfungsi

Sri Rezeki - suaraPembaca
Senin, 13/08/2012 15:04 WIB
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak Roelly Herdyanto yang dimuat Detik.com tanggal 7 Agustus 2012 dengan judul "3 Minggu Speedy Tidak Aktif", atas nama Manajemen TELKOM, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan TELKOM yang Bapak rasakan.

Dapat kami jelaskan bahwa pihak TELKOM telah menghubungi pihak Bapak Roelly Herdyanto untuk menjelaskan permasalahan yang dialaminya.

Selanjutnya pihak TELKOM telah menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan perbaikan gangguan dan saat ini telepon dan speedy pelanggan sudah berfungsi dapat digunakan dengan baik. Dengan demikian permasalahan Bapak Roelly Herdyanto telah diselesaikan.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kepercayaan Bapak kepada TELKOM kami ucapkan terima kasih.


Sri Rezeki
Manager Communication Jabodetabek

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?