detikcom

KTA StandChart tidak Sesuai Harapan

Rudhy Rachman - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 14:41 WIB
Jakarta - Hari Kamis tanggal 3 Agustus 2012, saya mengajukan Pinjaman KTA ke Standard Chartered, dan pada hari Selasanya (7/08/12) jam 20:24 wib saya mendapat SMS dari StandChart yang menyebutkan bahwa Aplikasi KTA saya telah diterima dengan lengkap.

Untuk memastikannya, pada keesokan harinya saya menghubungi Standchart apakah KTA saya sudah di setujui atau ditolak, dan berapa jumlah yang akan saya terima.

Customer service hanya mengatakan bahwa aplikasi sedang dalam proses tanpa menyebutkan kepastian kapan dan berapa yang akan cair.

Dan benar saja, StandChart mencairkan pinjaman tanpa pemberitahuan dengan jumlah yang tidak sesuai dengan pengajuan awal

Bahkan sampai saat ini saya belum mengetahui, berapa angsuran pembayaran tiap bulannya dan kemana saya harus membayar cicilan tersebut.


Rudhy Rachman
Jl. Haji Ung, Jakarta Pusat
Adel.bpiero@gmail.com
085782668458

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?