detikcom

KTA StandChart tidak Sesuai Harapan

Rudhy Rachman - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 14:41 WIB
Jakarta - Hari Kamis tanggal 3 Agustus 2012, saya mengajukan Pinjaman KTA ke Standard Chartered, dan pada hari Selasanya (7/08/12) jam 20:24 wib saya mendapat SMS dari StandChart yang menyebutkan bahwa Aplikasi KTA saya telah diterima dengan lengkap.

Untuk memastikannya, pada keesokan harinya saya menghubungi Standchart apakah KTA saya sudah di setujui atau ditolak, dan berapa jumlah yang akan saya terima.

Customer service hanya mengatakan bahwa aplikasi sedang dalam proses tanpa menyebutkan kepastian kapan dan berapa yang akan cair.

Dan benar saja, StandChart mencairkan pinjaman tanpa pemberitahuan dengan jumlah yang tidak sesuai dengan pengajuan awal

Bahkan sampai saat ini saya belum mengetahui, berapa angsuran pembayaran tiap bulannya dan kemana saya harus membayar cicilan tersebut.


Rudhy Rachman
Jl. Haji Ung, Jakarta Pusat
Adel.bpiero@gmail.com
085782668458

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 20/12/2014 16:04 WIB
    Kemaritiman: Saatnya Mewujudkan Cita-cita Mulia Suharto yang Tertunda
    Hari-hari ini kita membaca dan mendengar pembicaraan tentang kemaritiman di media massa tengah hangat-hangatnya. Tentu antusiasme pejabat dan pemangku untuk membenahi sektor kelautan membuncah, campur aduk antara pesimisme dan optimisme perlu kita dukung meskipun terkesan terlambat.
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?